Padang, Rakyatterkini.com – Universitas Negeri Padang (UNP) memperkenalkan inovasi media digital untuk membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai pemulihan setelah berolahraga. Media berupa panduan sport massage berbasis QR Code tersebut diperkenalkan kepada 15 peserta di Jorong Ampek Nagari, Nagari Bawan, pada Sabtu (22/9/2026).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu ditujukan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai teknik sport massage yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu upaya mendukung pemulihan tubuh setelah aktivitas fisik.
Program tersebut mengangkat tema “Inovasi Media Digital Sport Massage Berbasis QR Code sebagai Panduan Praktis Pemulihan Cedera Olahraga di Nagari Bawan”. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen Departemen Kepelatihan, Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP melalui Skema Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026.
Dalam pelaksanaannya, UNP menggandeng Pemerintah Nagari Bawan sebagai mitra kegiatan.
Tim pengabdian dipimpin Dr. Sari Mariati, S.Si., M.Pd., bersama anggota Herlina Helmy, Nuzul Hidayat, dan Wanda Afnison. Program tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Nagari Bawan yang dipimpin Wali Nagari Arif Eka Putra.
Program ini berangkat dari kebutuhan masyarakat terhadap sumber informasi yang praktis dan mudah diakses terkait sport massage. Teknik tersebut berupa manipulasi jaringan tubuh yang dapat membantu relaksasi, mengurangi ketegangan otot, sekaligus mendukung proses pemulihan setelah seseorang melakukan aktivitas fisik.
Di tengah meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap olahraga, pengetahuan mengenai teknik yang benar serta batasan penggunaannya menjadi hal penting. Penerapan sport massage yang tidak tepat berpotensi menimbulkan risiko, sehingga masyarakat perlu memahami prosedur dan kondisi yang aman untuk ditangani.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim UNP mengembangkan materi digital yang dapat diakses melalui QR Code. Pengguna cukup memindai kode menggunakan kamera ponsel atau aplikasi pemindai untuk memperoleh materi berupa penjelasan dan video demonstrasi teknik sport massage.
Materi dirancang agar dapat digunakan secara mandiri dan diakses kembali kapan pun diperlukan. Penyajiannya dibuat secara visual dengan memberikan gambaran mengenai posisi tangan, arah gerakan, tingkat tekanan, tahapan teknik, bagian tubuh yang menjadi sasaran, serta durasi pelaksanaan.
Selain panduan teknik, media digital tersebut juga memberikan informasi mengenai aspek keselamatan dan sejumlah kondisi yang tidak dianjurkan untuk mendapatkan pijat olahraga.
Ketua tim pelaksana, Dr. Sari Mariati, S.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi mengenai pemulihan pascaaktivitas olahraga.
“Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan inovasi media digital sport massage berbasis QR Code sebagai panduan praktis pemulihan cedera olahraga bagi guru PJOK dan pelatih ekstrakurikuler di Nagari Bawan,” ujarnya.
Peserta Belajar Teknik Dasar Sport Massage
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi tentang pengertian sport massage, tujuan, manfaat, serta prinsip-prinsip dasar dalam penerapannya.
Peserta kemudian dikenalkan dengan media digital yang telah disiapkan tim, termasuk tahapan menggunakan QR Code untuk membuka materi yang tersedia.
Selanjutnya, tim menayangkan video panduan dan memberikan demonstrasi secara langsung mengenai beberapa teknik dasar sport massage. Teknik tersebut mencakup effleurage, petrissage, friction, serta tapotement atau tapping.
Setiap teknik diperagakan secara bertahap. Peserta tidak hanya diarahkan untuk mengikuti gerakan, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai fungsi, urutan, arah gerakan, dan batas penggunaannya.
Setelah sesi demonstrasi, peserta melakukan praktik dengan bimbingan instruktur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab seputar penerapan sport massage, pemanfaatan media digital, serta langkah yang harus dilakukan apabila ditemukan indikasi cedera yang memerlukan pemeriksaan tenaga kesehatan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak aktif mengikuti materi, termasuk mencoba memindai QR Code untuk mengakses panduan. Evaluasi kegiatan juga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta selama program berlangsung.
Meski demikian, temuan tersebut merupakan hasil pengamatan selama kegiatan dan belum dapat disebut sebagai peningkatan yang terbukti secara statistik karena tidak disertai pengukuran kuantitatif.
QR Code Mempermudah Akses Panduan
Wali Nagari Bawan, Arif Eka Putra, menilai kegiatan tersebut dapat membantu meningkatkan wawasan masyarakat mengenai olahraga dan proses pemulihan tubuh.
“Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan, peserta memperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan teknik dasar sport massage yang aman dan sesuai dengan prinsip-prinsip ilmiah,” katanya.
Salah seorang peserta juga mengapresiasi penggunaan QR Code karena materi yang diberikan dapat diakses kembali setelah kegiatan berakhir.
“Adanya panduan massage melalui QR Code memudahkan kami memahami materi massage dengan baik,” ujarnya.
Media digital tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelatih, atlet, pemuda, penggiat olahraga hingga masyarakat umum di Nagari Bawan.
Bagi pelatih dan atlet, panduan tersebut dapat menjadi sumber edukasi tambahan mengenai pemulihan setelah aktivitas fisik. Sementara bagi masyarakat, materi digital memberikan akses informasi yang dapat dibuka menggunakan perangkat yang sehari-hari mereka gunakan.
Bagi Pemerintah Nagari Bawan, keberadaan media tersebut juga berpotensi membantu memperluas penyebaran edukasi mengenai kesehatan olahraga kepada masyarakat.
Namun, tim pelaksana mengingatkan bahwa media digital tersebut hanya berfungsi sebagai sarana edukasi. Panduan itu tidak dimaksudkan untuk menggantikan pemeriksaan, diagnosis, ataupun penanganan medis oleh dokter maupun tenaga kesehatan.
Sport massage juga tidak dapat diterapkan pada seluruh jenis cedera. Kondisi seperti cedera berat, nyeri yang intens, pembengkakan tidak normal, dugaan patah tulang, luka terbuka, gangguan saraf, hilangnya fungsi anggota tubuh, maupun keadaan darurat lainnya harus mendapatkan pemeriksaan tenaga kesehatan.
Pemahaman mengenai batas penggunaan teknik menjadi hal penting agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang berisiko memperparah kondisi cedera.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi UNP dalam menghadirkan pemanfaatan teknologi yang dapat diterapkan di tengah masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Nagari Bawan diharapkan dapat memperkuat literasi kesehatan olahraga serta mendorong penerapan pemulihan setelah aktivitas fisik yang lebih aman, tepat, dan bertanggung jawab.(da*)


