Notification

×

Iklan

UNP Jaring Atlet Muda Tarung Derajat di Agam

Jumat, 25 September 2026 | 15:28 WIB Last Updated 2026-09-25T08:28:00Z

UNP Lakukan Identifikasi Bakat dan Potensi Atlet Muda Tarung Derajat 

Padang, Rakyatterkini.com — Sebanyak 15 anak dan remaja berusia 9 hingga 15 tahun mengikuti program talent scouting dan pembinaan atlet muda Tarung Derajat di Satlat SMA 1 Ampek Nagari, Nagari Bawan, Kabupaten Agam, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang digagas Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Padang (UNP) tersebut menjadi bagian dari upaya menjaring sekaligus mengembangkan potensi atlet muda melalui proses pembinaan yang aman, terarah, sesuai tahapan usia, dan berkelanjutan.

Program ini dilaksanakan dosen Departemen Kepelatihan, Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP, bekerja sama dengan Pemerintah Nagari Bawan.

Tim PkM UNP dipimpin Desi Purnama Sari, bersama Prof. Dr. Alnedral, Prof. Dr. Umar, Prof. Eri Barlian, Masrun, John Arwandi, Dr. Donie, dan Dr. Roma Irawan. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Najwa Etsya Rahmatul Ayana dan Salsabila Aftagenisa serta Pelatih Pembina Sumbar, Deddy Fuat Helmi.

Proses talent scouting diawali dengan sosialisasi, pengenalan olahraga Tarung Derajat, serta pendataan peserta. Selanjutnya, para peserta menjalani serangkaian tes untuk mengetahui kondisi fisik, kemampuan gerak, teknik dasar, minat, dan potensi masing-masing.

Terdapat delapan jenis pengujian kondisi fisik yang diberikan kepada peserta. Di antaranya lari cepat 30 meter untuk mengetahui kecepatan, shuttle run guna mengukur kelincahan, standing broad jump untuk melihat daya ledak otot tungkai, serta bleep test sebagai pengukuran daya tahan kardiorespirasi.

Selain kemampuan fisik, peserta juga mendapatkan penilaian terhadap sejumlah teknik dasar Tarung Derajat. Penilaian meliputi sikap dasar, penghormatan, tendangan lingkar dalam, hingga teknik pukulan.

Dalam proses tersebut, tim turut memperhatikan ketepatan posisi tubuh, koordinasi, keseimbangan, arah gerakan, serta kemampuan peserta dalam mengikuti instruksi. Seluruh rangkaian tes dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan dan usia peserta serta tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Ketua Tim PkM UNP, Desi Purnama Sari, mengatakan program tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mencari anak dengan kemampuan fisik tertentu. Lebih dari itu, kegiatan menjadi langkah awal untuk membangun pola pembinaan atlet muda yang terencana.

“Kegiatan ini bertujuan mengembangkan potensi atlet muda melalui talent scouting dan pembinaan olahraga Tarung Derajat di Nagari Bawan serta mendorong pembinaan atlet muda secara berkelanjutan,” ujar Desi.

Menurut Desi, peserta juga diberikan pengenalan latihan dasar yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan masing-masing. Pembinaan turut disertai dengan penanaman nilai disiplin, sportivitas, keberanian, rasa percaya diri, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai.

Ia menekankan bahwa proses latihan bagi anak dan remaja harus dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi tubuh dan proses pertumbuhan. Karena itu, latihan dirancang agar tetap aman sekaligus memberikan pengalaman olahraga yang menyenangkan bagi peserta.

“Hasil kegiatan menunjukkan adanya peserta yang memiliki potensi berdasarkan teknik dasar, kemampuan fisik, koordinasi gerak, dan motivasi selama mengikuti tes. Data tersebut menjadi gambaran awal untuk menyusun rekomendasi pembinaan, bukan satu-satunya dasar dalam menentukan masa depan peserta sebagai atlet,” jelasnya.

Data hasil pengujian selanjutnya akan menjadi bahan pemetaan kondisi fisik dan kemampuan teknik para peserta. Namun, penyusunan pola pembinaan tidak hanya mengacu pada hasil tes.

Faktor lain seperti minat, motivasi, kedisiplinan, konsistensi dalam berlatih, dukungan keluarga, serta perkembangan dan pertumbuhan anak juga akan menjadi pertimbangan.

“Sebagai tindak lanjut, tim merencanakan penyusunan profil awal peserta, latihan rutin, pendampingan, dan evaluasi berkala,” kata Desi.

Ia menyebut program tersebut masih dapat dikembangkan lebih jauh, antara lain melalui pembentukan pusat pembinaan atlet muda, penyusunan pedoman latihan, pengembangan basis data atlet, hingga persiapan mengikuti kompetisi dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing peserta.

Kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk kontribusi UNP dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan kepelatihan olahraga kepada masyarakat.

“Kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah nagari, pelatih, orang tua, dan peserta diharapkan dapat memperkuat regenerasi atlet Tarung Derajat di Kabupaten Agam sekaligus membentuk karakter disiplin, sportif, percaya diri, dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Wali Nagari Bawan, Arif Eka Putra, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kegiatan itu memberikan ruang bagi anak-anak dan remaja di wilayahnya untuk mengenali sekaligus mengembangkan bakat di bidang olahraga.

“Pemerintah Nagari Bawan sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan banyak manfaat bagi anak-anak di Kanagarian Bawan dan diharapkan dapat berlanjut,” ujar Arif.

Pelatih utama Kabupaten Agam, Ravid Riozola, juga menyampaikan apresiasi terhadap program tersebut. Menurutnya, kegiatan talent scouting tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga membantu pelatih mendapatkan gambaran mengenai kemampuan awal calon atlet.

“Harapan kita semua, program serupa dapat dilaksanakan di berbagai daerah di Sumatera Barat,” tambah Ravid.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update