Jakarta, Rakyatterkini.com – Layanan kecerdasan artifisial (AI) milik Meta, Muse, mencatat pertumbuhan yang cukup pesat sejak diluncurkan. Berdasarkan analisis perusahaan riset aplikasi Apptopia, jumlah unduhan Muse dalam 12 hari pertama diperkirakan melampaui ChatGPT.
Dalam laporan yang dikutip TechCrunch pada Senin (21/9) waktu setempat, Apptopia memperkirakan Muse telah diunduh sekitar 1,8 juta kali melalui perangkat iPhone di Amerika Serikat dan Kanada selama 12 hari pertama kehadirannya.
Pada periode yang sama, ChatGPT diperkirakan memperoleh sekitar 1,3 juta unduhan melalui iPhone di dua negara tersebut.
Sementara jika mencakup seluruh perangkat seluler dan pengguna di berbagai negara, jumlah pemasangan Muse diperkirakan mencapai 2,8 juta secara global dalam 12 hari pertama.
Performa Muse juga terlihat dari peringkatnya di Apple App Store Amerika Serikat. Aplikasi tersebut awalnya berada di posisi kedua dalam daftar aplikasi teratas setelah diluncurkan, sebelum kemudian naik ke peringkat pertama dan mengungguli ChatGPT.
Perkiraan serupa sebelumnya disampaikan perusahaan analisis aplikasi Appfigures. Perusahaan tersebut memperkirakan Muse telah menembus angka satu juta unduhan.
Tidak hanya dari sisi pemasangan, Muse juga diperkirakan memiliki jumlah pengguna aktif harian yang lebih besar dibandingkan ChatGPT pada masa awal peluncurannya.
Apptopia memperkirakan Muse memiliki sekitar 642.000 pengguna aktif harian melalui perangkat seluler di Amerika Serikat. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan ChatGPT yang berada di kisaran 231.000 pengguna aktif harian.
Jika perhitungan dibatasi pada pengguna iPhone, Muse diperkirakan memiliki sekitar 359.000 pengguna aktif harian. Sementara ChatGPT tercatat sekitar 231.000 pengguna aktif harian.
Apptopia mengingatkan bahwa seluruh angka tersebut merupakan hasil estimasi pihak ketiga dan bukan data resmi yang disampaikan Meta. Karena itu, angka sebenarnya terkait jumlah unduhan maupun pengguna Muse dapat berbeda.
Meski demikian, capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan awal yang cukup cepat bagi Muse sebagai layanan AI baru milik Meta.
Untuk memperluas jangkauan Muse, Meta turut memanfaatkan strategi promosi silang melalui berbagai platform yang dimilikinya, termasuk Facebook dan Instagram.
Muse dapat diintegrasikan dengan akun Facebook dan Instagram. Selain itu, layanan tersebut juga tersedia melalui WhatsApp, sehingga Meta memiliki sejumlah platform untuk mengenalkan Muse kepada basis penggunanya.
Menurut data Apptopia, lebih dari 95 persen pengguna Muse juga tercatat menggunakan Facebook. Sementara sekitar 63 persen pengguna Muse merupakan pengguna Instagram.(da*)


