Notification

×

Iklan

PJTD 2026 Perkuat Keterampilan Jurnalistik Mahasiswa

Selasa, 08 September 2026 | 10:44 WIB Last Updated 2026-09-08T03:44:00Z

UKM Pers Pituluik Gelar PJTD 2026

Padang Panjang, Rakyatterkini.com — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Pituluik Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) 2026, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Keterampilan Jurnalistik Melalui Pengelolaan Media Massa Berbasis Website”.

Pelatihan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB di Gedung Rektorat Lantai 3 ISI Padangpanjang. Dua pemateri dihadirkan dalam kegiatan ini, yakni Muhammad Subhan dan Rizky Alfadly.

Ketua pelaksana PJTD 2026, Adzkia Dwi Putri, menyebut pengembangan media massa berbasis website menjadi salah satu fokus yang hendak diwujudkan UKM Pers Pituluik. 

Menurutnya, penguasaan pengelolaan media digital penting untuk memperkuat kemampuan jurnalistik mahasiswa di tengah perkembangan teknologi informasi.

Pembimbing UKM Pers Pituluik, Dr. Sulaiman Juned, M.Sn., mengatakan organisasi pers mahasiswa tersebut telah berusia 29 tahun. Selama perjalanan tersebut, UKM Pers Pituluik telah menghasilkan banyak alumni yang kemudian melanjutkan kiprahnya di sejumlah media.

Ia berpesan agar para anggota tetap menjaga integritas dalam menghasilkan karya jurnalistik dan menempatkan kebenaran sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas pers.

“Karena itu, teruslah mempertahankan dan menghadirkan kebenaran dalam setiap karya jurnalistik. Keberpihakan pers hanya kepada kebenaran,” ujar Sulaiman.

Dalam kesempatan yang sama, Sulaiman juga mengungkapkan rencana regenerasi pembimbing UKM Pers Pituluik. Ia berharap hadirnya pembimbing baru dapat memberikan energi serta perspektif baru bagi perkembangan organisasi.

“Sudah lama sekali saya menjadi pembimbing. Kini sudah harus ada pembimbing baru,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan ISI Padangpanjang, Harben Sani, menilai keterampilan jurnalistik memiliki manfaat yang luas. Kemampuan tersebut tidak hanya dibutuhkan oleh mahasiswa yang bercita-cita menjadi wartawan, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai bidang pekerjaan.

“Jurnalis tidak hanya menulis artikel berita. Keilmuan jurnalistik itu sendiri dapat menunjang kita di dunia kerja di berbagai bidang,” kata Harben ketika membuka PJTD 2026.

Materi selanjutnya disampaikan Founder Sekolah Menulis Elipsis, Muhammad Subhan, dengan topik “Jurnalistik Terapan: Kiat Menulis Berita pada Media Berbasis Website”.

Subhan menjelaskan media dan pers mempunyai posisi penting dalam menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat. Di tengah banyaknya informasi yang beredar, pers diperlukan untuk menghadirkan pemberitaan yang berimbang, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pers dan media harus ada agar terjadi keberimbangan informasi,” ujarnya.

Ia turut menyoroti perkembangan media sosial yang memungkinkan setiap orang memproduksi sekaligus menyebarluaskan informasi dengan cepat. Namun, informasi yang beredar di media sosial tidak selalu melalui tahapan pemeriksaan maupun verifikasi sebagaimana proses jurnalistik.

Dalam pemaparannya, Subhan menyebut terdapat sejumlah aspek yang perlu dikuasai dalam praktik jurnalistik. Di antaranya mengenali peristiwa yang memiliki nilai berita, memahami teknik penulisan berita, melakukan persiapan sebelum liputan, serta mengetahui tata cara mengelola pemberitaan pada media berbasis website.

Pemateri berikutnya, Rizky Alfadly, memberikan materi mengenai jurnalisme investigasi. Ia menerangkan kerja jurnalistik investigasi dilakukan untuk mengungkap fakta atau fenomena yang sebelumnya tersembunyi, terutama yang berkaitan dengan persoalan yang merugikan kepentingan masyarakat dan memberikan keuntungan kepada pihak tertentu.

“Ada fenomena tersembunyi yang merugikan publik dan menguntungkan beberapa pihak yang kemudian diselidiki dan diungkap. Itulah jurnalisme investigasi,” jelas Rizky.

Menurut Rizky, proses riset secara mendalam merupakan bagian penting dalam menghasilkan laporan investigasi. Jurnalis tidak cukup hanya memaparkan persoalan di permukaan, tetapi perlu menggali fakta lebih jauh sehingga hasil liputan mampu memberikan perspektif sekaligus menjadi kritik sosial.

Ia menekankan pentingnya penggunaan berbagai sumber dalam proses investigasi. Wartawan perlu menghimpun keterangan dari sejumlah narasumber serta mengumpulkan bukti pendukung agar fakta yang disajikan semakin kuat.

“Dalam investigasi, wartawan tak boleh puas hanya dengan satu narasumber. Bukti-bukti yang kuat juga perlu dikumpulkan sebelum ditulis dengan narasi yang kuat,” tuturnya.

Pelatihan kemudian ditutup oleh Sulaiman Juned. Dalam pesannya kepada peserta, ia mengutip penggalan puisi Chairil Anwar untuk mengingatkan anggota baru agar terus menghasilkan karya dan tidak berhenti melakukan proses belajar.

“Kita telah lakukan apa yang kita bisa, tapi kerja belum selesai, belum apa-apa.”

Setelah sesi penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan Pakaian Dinas Harian (PDH) UKM Pers Pituluik secara simbolis kepada anggota baru. Prosesi tersebut menjadi bagian dari penerimaan sekaligus pengukuhan anggota baru dalam organisasi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update