Arosuka, Rakyatterkini.com – Upaya pencarian warga yang masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang atau galodo di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, terus dilakukan.
Pada hari keempat pencarian, Kamis (24/9/2026), Polda Sumatera Barat mengerahkan Unit Polsatwa untuk membantu menyisir kawasan yang dilalui aliran material banjir.
Penyisiran diawali dari area belakang Kantor Bupati Solok dengan mengikuti jalur yang sebelumnya diterjang aliran air bah.
Berdasarkan informasi kepolisian, dua warga yakni Dafi Arahman (21) dan Agusra (59) masih dalam pencarian setelah dilaporkan hilang sejak galodo menerjang kawasan tersebut pada Senin malam (21/9/2026).
Selain dua warga yang hilang, bencana tersebut juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka. Tiga orang yang mengalami luka ringan telah menjalani perawatan di RSUD Arosuka. Sementara itu, Muhammad Nur Zen (56) yang mengalami luka berat telah dirujuk ke RSUP M Djamil Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dalam operasi pencarian kali ini, Polda Sumbar mengerahkan personel Unit Polsatwa bersama dua ekor anjing pelacak K9 yang memiliki kemampuan khusus untuk operasi Search and Rescue (SAR).
Direktur Samapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas mengatakan, penggunaan anjing pelacak diharapkan dapat membantu menemukan petunjuk di sejumlah lokasi yang sulit disisir secara manual.
“Kami menerjunkan empat personel terlatih, dua ekor satwa K9 jenis Herder dengan spesifikasi SAR, serta dua kendaraan khusus. Pencarian dimulai dari belakang Kantor Bupati dengan mengikuti aliran air bah. Kemampuan satwa pelacak diharapkan dapat membantu menemukan jejak atau petunjuk penting secara lebih efektif dan tepat,” ujar Andre, Kamis (24/9/2026).
Penyisiran tersebut dipimpin Kasubnit Harvet Polsatwa Aipda Hamidi Rahmadhoni. Ia didampingi Briptu Muhardi Iqbal, Bripda Alif Mulya Putra, dan Bripda Visky Wiryan Sugiat. Tim juga diperkuat dua unit kendaraan khusus serta dua ekor anjing pelacak.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, pengerahan K9 menjadi bagian dari upaya kepolisian mengoptimalkan seluruh sumber daya dalam proses pencarian korban bencana.
Menurutnya, kemampuan khusus yang dimiliki Unit Polsatwa dapat membantu mempercepat penyisiran, terutama di wilayah yang tertutup atau terdampak material banjir bandang.
“Polda Sumbar terus mengoptimalkan seluruh potensi yang tersedia, termasuk Unit Polsatwa K9 dengan kemampuan khusus SAR. Pengerahan ini dilakukan untuk mempercepat penyisiran di lapangan, khususnya pada kawasan yang terdampak material air bah,” katanya.
Sampai Kamis, tim gabungan bersama unsur terkait masih melanjutkan pencarian secara intensif di sejumlah titik terdampak. Dalam pelaksanaannya, keselamatan seluruh personel tetap menjadi perhatian utama.(da*)


