Notification

×

Iklan

Pemkab Tanah Datar Studi Komparatif ke Batam

Senin, 21 September 2026 | 23:54 WIB Last Updated 2026-09-21T16:54:53Z

Tanah Datar dan Batam Jajaki Kerja Sama

Tanah Datar, rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Batam, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hang Nadim, Kantor Wali Kota Batam.

Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari berbagai kebijakan, inovasi, serta strategi Pemko Batam dalam menjalankan pemerintahan, menggerakkan perekonomian dan mempercepat pembangunan daerah dengan dukungan pemerintah pusat.

Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan, kedatangan rombongan tidak sekadar untuk bersilaturahmi, tetapi juga menggali pengalaman Batam dalam mengelola berbagai sektor pembangunan.

Menurutnya, Tanah Datar ingin mengetahui langkah-langkah yang telah dilakukan Batam sehingga mendapatkan perhatian dan dukungan yang besar dari pemerintah pusat.

“Kami ingin mengetahui bagaimana kepemimpinan Wali Kota Batam dalam mengelola daerah, sekaligus mempelajari berbagai keberhasilan yang mungkin dapat diadaptasi dan diterapkan di Tanah Datar,” ujar Eka.

Ia menilai, pertukaran pengalaman antarpemerintah daerah penting dilakukan karena setiap daerah memiliki tantangan, karakteristik dan potensi yang berbeda.

Eka menyebut Tanah Datar memiliki sejumlah sektor unggulan yang dapat dikembangkan, seperti pertanian, peternakan, hortikultura, pariwisata, kebudayaan dan sejarah.

Untuk sektor pariwisata, misalnya, Tanah Datar tidak memiliki banyak hotel berbintang seperti Batam. Namun, perkembangan pariwisata telah mendorong masyarakat mengelola sekitar 300 homestay secara mandiri.

“Kondisi ini menjadi potensi yang terus kami dorong sehingga perkembangan pariwisata juga memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Eka juga memperkenalkan sejumlah objek wisata dan kawasan bersejarah yang menjadi kekuatan Tanah Datar. Di antaranya Istano Basa Pagaruyung dan Nagari Tuo Pariangan.

Selain itu, terdapat Puncak Bukit Marapalam yang memiliki nilai historis dan budaya bagi masyarakat Minangkabau, terutama terkait falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Eka berharap kunjungan tersebut dapat menghasilkan kerja sama nyata antara kedua pemerintah daerah. Menurutnya, hubungan yang telah terjalin perlu dilanjutkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap silaturahmi ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan mudah-mudahan dapat terwujud kerja sama antardaerah. Kami juga menitipkan masyarakat Tanah Datar yang saat ini banyak berdomisili dan mencari kehidupan di Batam,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam H. Amsakar Achmad menyambut baik kunjungan Pemkab Tanah Datar. Ia menilai kegiatan studi komparatif seperti ini dapat menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk saling bertukar pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Amsakar menjelaskan, perkembangan Batam sebagai salah satu kawasan industri, perdagangan dan investasi di Indonesia tidak terjadi secara instan. Menurutnya, pembangunan Batam telah melalui proses panjang sejak era 1960-an.

Letak Batam yang strategis, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, serta statusnya sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas menjadi sejumlah faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Dukungan pemerintah pusat juga dinilai turut mempercepat perkembangan Batam.

“Batam yang kita lihat sekarang merupakan hasil dari proses panjang sejak 1960-an. Berbagai tahapan pembangunan kemudian membawa Batam berkembang menjadi kota industri seperti saat ini,” jelas Amsakar.

Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Batam pada 2025 tercatat sebesar 6,76 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,04 persen. Pada tahun yang sama, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Batam mencapai sekitar Rp253,64 triliun.

Dari sisi investasi, realisasi pada semester pertama 2026 mencapai Rp29,89 triliun. Nilai tersebut meningkat 62,75 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang tercatat sekitar Rp18,37 triliun.

Menurut Amsakar, masuknya investasi tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Hingga semester pertama 2026, investasi tersebut disebut telah berkontribusi terhadap penciptaan 40.943 lapangan pekerjaan.

Ia mengatakan, posisi Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, ditambah keberadaan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, menjadi faktor pendukung pertumbuhan ekonomi.

“Dengan berbagai posisi strategis tersebut, target pertumbuhan ekonomi Batam yang berada di atas pertumbuhan nasional merupakan sesuatu yang realistis,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Amsakar juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Forkopimda dalam menjalankan pemerintahan. Ia menyebut koordinasi dan kekompakan menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan Batam.

Selama sekitar 1,7 tahun memimpin Batam, Amsakar mengatakan dirinya telah tiga kali memperoleh arahan langsung dari Presiden. Ia menilai hal tersebut menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap perkembangan Batam.

“Karena itu, kami bersama Forkopimda terus berupaya menjaga kebersamaan, berjalan searah dan tetap kompak dalam menjalankan pemerintahan,” ujarnya.

Pertemuan kedua pemerintah daerah tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan Tanah Datar dan Batam. Kerja sama ke depan dapat mencakup bidang pemerintahan, ekonomi, pariwisata, kebudayaan hingga pemberdayaan masyarakat, termasuk memperkuat hubungan dengan warga asal Tanah Datar yang menetap di Batam.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update