Notification

×

Iklan

Rusia Ancam Tingkatkan Serangan ke Kiev

Selasa, 22 September 2026 | 00:13 WIB Last Updated 2026-09-21T17:13:00Z

Kobaran api dan asap terlihat membubung dari kilang minyak Moskow

Jakarta, Rakyatterkini.com – Rusia menyatakan akan meningkatkan serangan terhadap sejumlah target di Kiev setelah Ukraina melancarkan serangan drone dalam skala besar ke wilayah Moskow. Serangan tersebut berlangsung pada hari terakhir pemungutan suara pemilu Rusia dan dilaporkan menewaskan sedikitnya dua orang.

Dikutip dari The Guardian, Kementerian Pertahanan Rusia menuding Ukraina berusaha mengganggu proses pemilu melalui serangan tersebut. Pemerintah Rusia juga menyatakan serangan terhadap fasilitas sipil di wilayahnya akan dibalas dengan serangan terhadap sasaran militer di Kiev.

"Sebagai tanggapan atas serangan rezim Kiev terhadap sasaran sipil di Rusia, tentara Rusia akan melanjutkan dan meningkatkan serangan presisi tinggi terhadap target militer di Kiev," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia, Senin (21/9/2026).

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyebut serangan drone tersebut sebagai salah satu serangan terbesar yang menyasar ibu kota Rusia sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada 2022. Sekitar 1.600 drone disebut dikerahkan, dengan sekitar 450 unit di antaranya diarahkan menuju Moskow.

Sejumlah foto dan video yang beredar menunjukkan kerusakan pada sebuah apartemen bertingkat di kawasan pinggiran Moskow. Kepulan asap hitam juga terlihat dari lokasi yang diduga merupakan area kilang minyak.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyambut serangan tersebut dan menyatakan operasi jarak jauh yang dilakukan Ukraina memberikan dampak besar terhadap wilayah Moskow.

Menurut Zelenskyy, salah satu senjata yang digunakan dalam serangan itu adalah Pelican. Senjata tersebut sempat disebut sebagai rudal balistik jarak pendek, namun sejumlah laporan berikutnya menyebut Pelican sebagai drone bersayap.

Ukraina juga dilaporkan mengerahkan rudal jelajah Flamingo yang diproduksi di dalam negeri. Rudal tersebut memiliki kemampuan menyerang sasaran yang berada jauh di dalam wilayah Rusia dan sebelumnya telah digunakan dalam sejumlah operasi.

Di tengah eskalasi perang, hasil sementara pemilu Rusia yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum pada Senin (21/9/2026) menunjukkan United Russia, partai yang mendukung pemerintahan Kremlin, memimpin perolehan suara.

Setelah sekitar 58 persen tempat pemungutan suara dihitung, United Russia memperoleh hampir 58 persen suara untuk 225 kursi yang diperebutkan melalui sistem daftar partai, berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia.

Pemilu tersebut berlangsung ketika ruang bagi oposisi terhadap kebijakan Presiden Vladimir Putin dinilai terbatas. Hasil pemungutan suara diperkirakan akan mempertahankan dominasi kelompok pendukung Kremlin dalam politik Rusia.

Pemungutan suara juga dilaksanakan di empat wilayah Ukraina yang diklaim telah dianeksasi Rusia setelah invasi dimulai. Rusia sendiri belum menguasai seluruh wilayah tersebut.

Selain itu, pemilu digelar di Krimea, wilayah di Laut Hitam yang dianeksasi Rusia pada 2014. Pemerintah Ukraina menilai pelaksanaan pemilu di wilayah itu ilegal, sedangkan Uni Eropa menyebut tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional.

Perang Rusia-Ukraina turut berdampak pada perdagangan pangan global. Mesir, yang merupakan salah satu pembeli gandum terbesar dunia, mulai memperluas sumber impornya dengan meningkatkan pembelian dari Prancis dan sejumlah negara Eropa lainnya.

Menteri Pasokan Mesir Sherif Farouk mengatakan pemerintahnya berupaya mengurangi ketergantungan pada gandum asal Rusia dan Ukraina. Gangguan pasokan akibat perang menjadi salah satu pertimbangan dalam kebijakan tersebut.

Pernyataan Farouk pertama kali disampaikan oleh presenter televisi Ahmed Moussa sebelum kemudian dikonfirmasi oleh juru bicara kementerian terkait.

Di sisi lain, serangan Rusia ke wilayah Kiev masih terus terjadi. Otoritas regional melaporkan empat orang tewas dalam serangan pada malam hari, termasuk tiga anak-anak.

Serangan drone juga berlanjut di Kiev dan kawasan sekitarnya sepanjang hari. Puing-puing drone dilaporkan jatuh di beberapa distrik di ibu kota Ukraina.

Di luar Kiev, sebuah rumah menjadi sasaran drone Rusia. Seorang ibu bersama dua anaknya yang masing-masing berusia tiga tahun dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update