Notification

×

Iklan

Pameran Rauik Rang Mudo Tampilkan Karya Siswa

Jumat, 25 September 2026 | 09:27 WIB Last Updated 2026-09-25T02:27:00Z

Rauik Rang Mudo Dorong Kreativitas Jadi Produk Budaya

Padang, Rakyatterkini.com — Kreativitas pelajar Sumatera Barat dituangkan melalui beragam karya seni dan kriya yang dipamerkan dalam kegiatan bertajuk “Rauik Rang Mudo” di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat.

Pameran Seni Rupa dan Kriya tersebut digelar oleh UPT Taman Budaya Sumbar berkolaborasi dengan SMK Negeri 4 Padang dan SMK Negeri 8 Padang. Kegiatan berlangsung mulai 24 September hingga 3 Oktober 2026.

Kepala UPT Taman Budaya Sumbar, M Devit, menyebut pameran ini menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan sekaligus menunjukkan potensi mereka di bidang seni rupa dan kriya.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan ruang ekspresi kepada pelajar, tetapi juga memperkenalkan hasil kreativitas mereka kepada masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini untuk mengeksplorasi bakat dan minat dari anak-anak kita. Kami juga ingin mempromosikan semua hasil karya di bidang seni rupa dan kriya, termasuk produk batik, film dan karya lainnya,” ujar Devit, Kamis (24/9/2026).

Sejumlah karya dipajang dalam pameran tersebut. Di antaranya batik, tekstil, desain interior, busana, gantungan kunci, rehal, animasi, kotak tisu hingga berbagai produk kriya berbahan keramik.

Pameran ini juga menjadi momentum untuk membahas potensi kreativitas generasi muda agar tidak berhenti sebagai karya seni semata. Kreativitas tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi produk budaya yang memiliki nilai guna sekaligus bernilai ekonomi.

Kurator Pameran “Rauik Rang Mudo”, Iswandi Bagindo Parpatiah, mengatakan pengembangan industri kriya di Sumatera Barat perlu memanfaatkan kekayaan budaya yang dimiliki daerah.

Menurutnya, unsur budaya lokal dapat menjadi identitas yang membedakan produk kriya Sumbar. Hal tersebut juga dapat menjawab kebutuhan wisatawan yang mencari cendera mata khas daerah.

“Di beberapa objek wisata, banyak wisatawan mengeluh tidak mendapat souvenir yang khas daerah yang bisa dijadikan oleh-oleh. Kalau songket itu sudah selesai, perlu ada yang lain lagi,” kata Iswandi.

Ia menilai kondisi tersebut membuka peluang bagi generasi muda untuk menggali kembali berbagai nilai budaya lokal dan mengolahnya menjadi produk kreatif.

Iswandi menjelaskan, tradisi kriya di Sumatera Barat telah berkembang sejak lama. Tantangan saat ini adalah mendorong potensi tersebut agar mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tanpa menghilangkan karakter budaya daerah.

“Kriya kita sebetulnya sudah tumbuh dari awal. Nah, bagaimana mengembangkan potensi kultural yang ada ini hingga menjadi sumber ekonomi, dan memproteksinya untuk masa depan,” ujarnya.

Ia berharap karya yang dihasilkan para pelajar tidak hanya berakhir sebagai pajangan selama pameran. Karya-karya tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memiliki nilai jual, pasar dan sekaligus memperkuat identitas budaya Sumatera Barat.

Karya Seni Diharapkan Jadi Peluang Ekonomi

Kepala SMK Negeri 4 Padang dan SMK Negeri 8 Padang, Ita Desnatalia, menyambut positif pelaksanaan Pameran “Rauik Rang Mudo”.

Ia mengatakan keberadaan ruang pamer memberikan pengalaman berharga bagi siswa. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana hasil kreativitasnya ditampilkan, mendapat apresiasi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk yang lebih bernilai.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya ini tidak selesai di sini, tetapi juga untuk tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

Menurut Ita, pameran tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa, khususnya dalam bidang seni rupa dan kriya.

Para siswa juga didorong memahami bahwa keterampilan yang mereka pelajari di sekolah dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dan sumber pendapatan pada masa mendatang.

“Harapan kami anak-anak bisa menjadikan pameran ini sebagai pembelajaran untuk mengembangkan keahlian di bidang seni rupa dan kriya. Sehingga ke depan mampu memberikan nilai ekonomi dari karya yang dihasilkan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan Sumbar, Fadhli Junaidi, yang membuka kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas keterlibatan pelajar dalam pengembangan seni dan kebudayaan.

Ia juga menyampaikan pesan Gubernur Sumbar agar fasilitas dan ruang yang tersedia di Taman Budaya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung perkembangan kebudayaan di daerah.

Pameran “Rauik Rang Mudo” akhirnya menjadi ruang yang mempertemukan kreativitas pelajar, kekayaan budaya lokal dan potensi ekonomi kreatif.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam menghasilkan karya seni, tetapi juga belajar melihat peluang untuk mengembangkan budaya menjadi produk yang memiliki nilai, fungsi dan potensi pasar.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update