Notification

×

Iklan

16 Disabilitas Padang Pariaman Dapat Kaki Palsu Gratis

Jumat, 25 September 2026 | 09:46 WIB Last Updated 2026-09-25T02:46:00Z

Ketika 18 Warga Padang Pariaman Bersiap Punya Kaki Baru

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com — Sebanyak 16 penyandang disabilitas di Kabupaten Padang Pariaman menjalani pengukuran kaki di Aula Polres Padang Pariaman, Kamis (24/9/2026). Pengukuran tersebut menjadi tahap awal untuk mendapatkan bantuan kaki palsu secara gratis dari Kick Andy Foundation.

Dalam program tersebut, tercatat 18 orang yang menjadi penerima manfaat. Namun, dua penerima tidak dapat hadir langsung dalam kegiatan pengukuran. 

Salah satunya merupakan tahanan kejaksaan yang saat ini berada di Lapas Pariaman, sementara penerima lainnya berdomisili di wilayah hukum Polres Pariaman.

Untuk kedua penerima tersebut, tim pembuat kaki palsu dari Kick Andy Foundation akan melakukan pengukuran secara langsung di lokasi masing-masing. Khusus penerima yang berada di lapas, proses tersebut akan didampingi oleh personel Polres Padang Pariaman.

Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari mengatakan, proses pembuatan kaki palsu diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua pekan. Karena itu, ia meminta para penerima dan keluarga untuk bersabar selama proses pengerjaan berlangsung.

Jika membutuhkan informasi mengenai perkembangan pembuatan kaki palsu, keluarga penerima dapat berkoordinasi dengan bhabinkamtibmas maupun kapolsek di wilayah masing-masing.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Kick Andy Seribu Kaki Palsu Gratis, yang ditujukan bagi penyandang disabilitas dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah di Indonesia.

Relawan Kick Andy Foundation untuk Sumatera Barat, Muhammad Fadhly, mengatakan kegiatan serupa di Padang Pariaman bukan kali pertama dilaksanakan. Menurutnya, program pemberian kaki palsu gratis tersebut telah dilakukan sekitar lima hingga enam kali di daerah itu.

Pada pelaksanaan sebelumnya, sejumlah kegiatan juga mendapat dukungan dari pihak lain, salah satunya PT Angkasa Pura.

Fadhly menjelaskan, penerima manfaat kali ini tidak seluruhnya merupakan peserta baru. Ada sejumlah warga yang sebelumnya sudah memperoleh kaki palsu melalui program yang sama, tetapi kembali membutuhkan bantuan karena ukuran kaki palsu yang lama sudah tidak sesuai dengan perubahan kondisi fisik.

Selain itu, kaki palsu yang digunakan dalam waktu lama juga mengalami kerusakan atau aus, terutama karena dipakai untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan bekerja. Di antara penerima terdapat warga yang berprofesi sebagai petani.

Selama menunggu kaki palsu selesai dibuat, Fadhly memberikan latihan sederhana kepada penerima yang masih menggunakan kursi roda. Mereka dianjurkan mulai berlatih berjalan dengan bantuan tongkat kayu selama masa pengerjaan sekitar dua pekan.

Ia juga mengajak keluarga untuk ikut mendampingi serta merekam perkembangan latihan tersebut dalam bentuk video. Dokumentasi itu diharapkan dapat menjadi bahan pemantauan sekaligus memberikan motivasi kepada penerima manfaat agar tetap bersemangat menjalani proses pemulihan dan beradaptasi dengan kaki palsu yang baru.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update