Pariaman, Rakyatterkini.com – Peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) yang jatuh setiap 26 September tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Para Mitra Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pariaman memilih memperingatinya dengan aksi sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian para mitra BPS terhadap warga yang mereka temui selama menjalankan tugas pendataan di lapangan. Aksi berbagi ini juga bukan kegiatan baru karena telah dilakukan secara rutin setiap tahun.
Salah seorang Mitra BPS Kota Pariaman, Elsa Gusrini, mengatakan ide berbagi tersebut muncul dari kepedulian para mitra setelah melihat secara langsung kondisi masyarakat saat bertugas.
“Karena kami sering turun ke lapangan dan melihat kondisi warga, muncul keinginan dari teman-teman untuk saling membantu. Ini semata-mata sebagai bentuk rasa kemanusiaan,” kata Elsa, Jumat (23/9/2026).
Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat membuat para mitra tidak hanya menjalankan tugas mengumpulkan data, tetapi juga mengetahui kondisi sosial warga di wilayah masing-masing.
Dari pengalaman tersebut, para mitra kemudian berinisiatif menyisihkan sebagian uang saku yang diperoleh dari kegiatan pendataan untuk dikumpulkan dan digunakan membeli sembako.
“Kegiatannya memang kami pilih bertepatan dengan Hari Statistik Nasional atau beberapa hari menjelang HSN,” ujarnya.
Elsa menjelaskan, seluruh dana yang digunakan untuk kegiatan sosial itu berasal dari sumbangan sukarela para Mitra BPS Kota Pariaman. Jumlah bantuan yang disiapkan tahun ini juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dananya berasal dari sumbangan para mitra. Biasanya kami hanya menyiapkan empat paket sembako, tetapi tahun ini alhamdulillah terkumpul lebih banyak sehingga bisa menjadi lima paket,” tuturnya.
Paket bantuan tersebut kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan di masing-masing kecamatan. Isi setiap paket cukup beragam, di antaranya 10 kilogram beras, dua liter minyak goreng, gula, telur, susu, teh, roti, serta mi instan.
Penerima bantuan ditentukan berdasarkan pengamatan para mitra ketika berada di lapangan. Mereka memilih warga yang dinilai membutuhkan bantuan dan mengalami keterbatasan ekonomi di wilayah tempat mereka bertugas.
Bagi para Mitra BPS Kota Pariaman, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sederhana yang dapat dilakukan di tengah aktivitas mereka mengumpulkan data statistik.
Elsa berharap tradisi berbagi tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Ia juga berharap semakin banyak paket bantuan yang terkumpul sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya.(da*)


