![]() |
| Pemateri Emil Mahmud yang juga Sekretaris DKP PWI Sumbar bersama peserta workshop jurnalistik. | foto al-itqan |
BUKITTINGGI – Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media yang semakin pesat, kemampuan menulis dan melakukan liputan secara mendalam menjadi bekal penting bagi insan pers mahasiswa.
Ini mendorong Unit Kegiatan Khusus (UKK) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Itqan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menggelar Workshop Jurnalistik.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Khairuddin Yunus (Gedung O), Minggu (6/9/2026), tersebut diikuti pengurus dan panitia LPM Al-Itqan, perwakilan UKK/UKM, mahasiswa umum, alumni atau demisioner, pembina, serta santri dari Jurnalistik Santri Tarbiyah Islamiyah Canduang (MTI Canduang) yang turut berkolaborasi dalam kegiatan tersebut.
Workshop ini menjadi ruang belajar sekaligus wadah pengembangan kapasitas peserta untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan di bidang jurnalistik. Tak hanya menerima materi, peserta juga diajak berdiskusi dan mempraktikkan langsung teknik yang diberikan para pemateri.
Dua materi utama menjadi fokus dalam workshop tersebut, yakni Teknik Menulis Opini yang disampaikan Habibur Rahman, S.Sos., serta Teknik Liputan Indepth yang dibawakan H. Emil Mahmud, S.S., M.Pd.
Dalam materi penulisan opini, Habibur Rahman membekali peserta dengan pemahaman mengenai konsep, karakteristik, dan struktur tulisan opini. Peserta juga diarahkan untuk mampu menentukan topik, mengembangkan gagasan, serta menyusun argumentasi secara logis, kritis, dan sistematis.
Tidak hanya itu, peserta juga belajar bagaimana memanfaatkan fakta dan data sebagai penguat pendapat sehingga tulisan yang dihasilkan tidak sekadar menyampaikan pandangan, tetapi juga informatif, argumentatif, bertanggung jawab, dan layak dipublikasikan.
Sementara itu, materi liputan indepth yang disampaikan Emil Mahmud mengajak peserta memahami dasar-dasar peliputan sekaligus pentingnya penerapan etika dan kode etik jurnalistik.
Peserta diperkenalkan dengan cara menentukan isu dan angle yang tepat, menyusun Term of Reference (TOR) dan mind mapping sebagai panduan liputan, hingga melakukan wawancara mendalam serta mengumpulkan dan memverifikasi fakta dan data.
Hasil liputan kemudian diarahkan untuk diolah menjadi karya jurnalistik yang jelas, mendalam, dan tetap berpegang pada fakta.
Ketua Panitia Workshop Jurnalistik, Muhammad Razi Rahman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir serta mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya berterima kasih banyak atas kehadiran teman-teman dari UKK, UKM, mahasiswa umum, serta teman-teman santri dari MTI Canduang, khususnya dari Jurnalistik Santri Tarbiyah Islamiyah Canduang yang telah bersedia berkolaborasi dengan kami,” ujar Razi.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran panitia dan pengurus yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan. Razi sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan workshop masih terdapat kekurangan.
“Semoga apa pun ilmu yang kita dapatkan dari pemateri pada hari ini dapat bermanfaat bagi kita bersama,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, LPM Al-Itqan berharap peserta tidak hanya memahami teori jurnalistik, tetapi juga mampu menerapkannya dalam menghasilkan karya yang kritis, faktual, mendalam, dan bertanggung jawab. (*)
Penulis: Salsabila Salwa


