Notification

×

Iklan

Korban Galodo Arosuka Dirawat di RS M Djamil

Rabu, 23 September 2026 | 03:29 WIB Last Updated 2026-09-22T20:29:00Z

RS M. Djamil menerima pasien korban galodo 

Padang, Rakyatterkini.com – Banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026) malam, menyebabkan sejumlah warga menjadi korban dan harus mendapatkan perawatan medis.

Salah satu korban, Muhammad Nurzein (56), mengalami sejumlah cedera serius setelah terkena material banjir bandang di kawasan Kompleks Kantor Bupati Solok. Ia sempat mendapat pertolongan di Semen Padang Hospital sebelum akhirnya dirujuk ke RS Dr. M. Djamil Padang.

Pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS M. Djamil pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIB untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RS M. Djamil Padang, Rizki Rasyidi, membenarkan adanya rujukan pasien korban galodo tersebut.

"Benar, kami menerima rujukan pasien korban galodo dari Semen Padang Hospital atas nama Muhammad Nurzein, usia 56 tahun," ujar Rizki.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, Nurzein mengalami multiple trauma atau cedera pada sejumlah bagian tubuh akibat benturan keras. Cedera tersebut antara lain trauma pada bagian dada (toraks) dan perut (abdomen).

Selain itu, pasien juga mengalami patah tulang terbuka pada tumit kaki kanan atau open fracture calcaneus dextra. Cedera berat yang dialaminya sempat menyebabkan pasien mengalami syok hipovolemik akibat kehilangan darah dalam jumlah signifikan.

Tim medis IGD kemudian melakukan penanganan secara cepat untuk menstabilkan kondisi pasien. Setelah mendapat intervensi medis, kondisi syok hipovolemik yang dialami Nurzein dilaporkan mulai membaik.

"Kondisi syok hipovolemik yang dialami pasien saat ini telah mengalami perbaikan," kata Rizki.

Meski kondisinya membaik, pasien masih membutuhkan pengawasan ketat karena mengalami multiple trauma. Tim dokter terus memantau tanda-tanda vital dan melakukan evaluasi terhadap seluruh cedera untuk menentukan prioritas penanganan.

"Penanganan pasien dengan multiple trauma dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kondisi yang membutuhkan penanganan terlebih dahulu. Tim medis akan terus memantau tanda-tanda vital serta melakukan evaluasi terhadap setiap cedera yang dialami pasien," jelasnya.

Saat ini, Muhammad Nurzein masih menjalani perawatan intensif di RS M. Djamil Padang dan berada dalam pengawasan tim dokter spesialis.

Rizki mengatakan perkembangan kondisi pasien akan terus dievaluasi selama masa perawatan. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat respons tubuh terhadap terapi yang diberikan sekaligus menentukan tindakan medis selanjutnya.

"Dalam proses perawatan, perkembangan kondisi pasien akan terus dinilai oleh tim medis. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui respons pasien terhadap terapi sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya sesuai kondisi klinis," tuturnya.

RS M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan di Sumatra Barat juga memastikan kesiapan tenaga medis dalam menangani pasien akibat bencana. Penanganan dilakukan melalui pemantauan berkelanjutan dan koordinasi antartim agar pasien memperoleh perawatan sesuai kebutuhan medisnya.

"Komitmen tersebut diwujudkan melalui kesiapan tim medis, pemantauan kondisi pasien secara berkelanjutan, serta koordinasi dalam setiap tahapan penanganan agar pasien mendapatkan perawatan yang tepat dan berkesinambungan," pungkas Rizki.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update