Arosuka, Rakyatterkini.com – Banjir bandang yang melanda kawasan Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin malam (21/9/2026), membuat sejumlah rumah warga terendam dan dipenuhi material lumpur.
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan, baik berat maupun ringan, terpaksa mengungsi ke sejumlah tempat yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Solok.
Salah seorang pengungsi, Dina Mariana, memilih tinggal di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok bersama tujuh anggota keluarganya. Lokasi tersebut dianggap cukup aman, terutama karena Dina membawa anak yang masih berusia balita.
Dina mengatakan, saat banjir datang, dirinya tidak sempat menyelamatkan banyak barang dari rumah. Ia hanya berhasil membawa beberapa kebutuhan penting untuk anak-anaknya.
“Waktu menyelamatkan diri dari banjir, saya tidak sempat membawa banyak barang. Bahkan pakaian yang saya kenakan sekarang dipinjamkan teman,” ujarnya kepada infosumbar.net, Rabu (23/9/2026).
Menurut Dina, perlengkapan anak seperti pakaian dan selimut masih sempat dibawa ketika mereka menyelamatkan diri. Namun, kebutuhan pribadi miliknya tidak sempat dipikirkan karena keselamatan anak menjadi prioritas.
“Pakaian anak-anak sempat dibawa, termasuk perlengkapan dan selimut. Karena yang utama anak-anak, pakaian saya tidak sempat lagi,” katanya.
Saat ini, Dina menyebut kebutuhan yang paling mendesak bagi keluarganya adalah perlengkapan bayi, khususnya popok untuk anaknya.
Sementara untuk konsumsi sehari-hari, bantuan makanan dan roti masih tersedia di lokasi pengungsian.
“Kalau roti dan makanan masih ada,” tambahnya.
Rumah Dinas Wakil Bupati Solok kini menjadi tempat berlindung bagi sekitar 17 pengungsi.
Dina bersama keluarganya belum berani pulang karena kondisi rumah masih dipenuhi lumpur. Persediaan air yang terbatas juga membuat proses pembersihan rumah belum memungkinkan dilakukan.
“Di bagian teras, lumpurnya sampai sebetis. Kalau masuk ke dalam rumah, bisa sampai selutut,” ungkap Dina.
Ia mengaku tidak menyangka banjir bandang akan terjadi. Sebab, kondisi lingkungan sebelum kejadian justru terasa tenang dan tidak menunjukkan tanda-tanda yang menurutnya mencolok.
“Dari pagi sampai sore suasananya tenang, sunyi, tidak ada angin. Rasanya seperti mau terjadi gempa. Ternyata justru ada bencana seperti ini,” tuturnya.
Ketika banjir mulai menerjang, Dina dan keluarganya sempat menyelamatkan diri menuju kawasan Kantor Bupati Solok. Namun, karena air kemudian mulai naik di lokasi tersebut, mereka kembali mencari tempat perlindungan yang lebih aman.
Dina bersama keluarganya akhirnya mengungsi ke Masjid Alius.
Hingga kini, Dina masih memilih bertahan di pengungsian sambil menunggu situasi kembali aman. Ia belum mengetahui kapan dapat kembali ke rumah, terutama karena lumpur dan keterbatasan air masih menjadi kendala.
Untuk sementara, Dina berharap kebutuhan keluarganya, terutama perlengkapan anak, dapat terpenuhi selama masa pengungsian hingga kondisi memungkinkan mereka kembali ke rumah.(da*)


