Notification

×

Iklan

Kemenhub Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Senin, 07 September 2026 | 15:22 WIB Last Updated 2026-09-07T08:22:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali memperpanjang penghentian sementara operasional delapan bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penutupan diperpanjang hingga Senin (7/9/2026) pukul 09.00 WIB karena kondisi cuaca dan pola angin masih berubah-ubah sehingga aspek keselamatan penerbangan belum dapat dipastikan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan belum ada kepastian mengenai waktu pembukaan kembali bandara-bandara tersebut. Pemerintah masih memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan pergerakan abu dengan melibatkan BMKG, maskapai penerbangan, pengelola bandara, penyelenggara navigasi penerbangan, serta berbagai pihak terkait.

“Keselamatan menjadi prioritas kita. Kami melihat situasi terakhir berdasarkan informasi yang diberikan BMKG. Jadi kami belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena cuaca terlalu dinamis,” ujar Dudy di Jakarta, Minggu malam (6/9/2026).

Menurutnya, perubahan arah angin dapat terjadi dengan cepat pada setiap lapisan ketinggian. Kondisi tersebut membuat pemantauan sebaran abu vulkanik perlu dilakukan secara terus-menerus sebelum keputusan mengenai operasional penerbangan diambil.

Delapan bandara yang masih ditutup sementara adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Untuk Bandara Soekarno-Hatta, penghentian operasional tersebut mengacu pada NOTAM A3368/26 NOTAMR A3355/26 yang berlaku sampai pukul 08.59 WIB pada Senin, 7 September 2026.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub juga melakukan pengujian secara rutin di bandara-bandara terdampak guna mengetahui perkembangan sebaran abu vulkanik. Salah satu metode yang digunakan adalah paper test yang dilakukan secara berkala.

“Paper test setiap 30 menit sekali dilakukan untuk mengetahui apakah penyebaran abu semakin melebar atau berkurang,” kata Dudy.

Pengujian tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mengurangi risiko terhadap penerbangan. Abu vulkanik berpotensi mengganggu kinerja pesawat, sehingga pembukaan kembali bandara harus mempertimbangkan hasil pemantauan dan pemeriksaan lapangan, bukan hanya kondisi yang terlihat secara kasatmata.

Dudy menambahkan, pesawat yang akan kembali digunakan setelah bandara dinyatakan aman juga wajib menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. Hal itu untuk memastikan tidak ada abu atau debu vulkanik yang masuk dan menempel pada bagian mesin pesawat.

“Kalau misalnya bandara sudah buka, mereka harus melakukan pemeriksaan dulu sebelum beroperasi untuk memastikan tidak ada debu di mesin,” jelasnya.

Sebelumnya, Kemenhub telah menginstruksikan maskapai agar memberikan informasi terbaru secara berkala kepada penumpang yang terdampak. Penumpang dengan penerbangan yang dibatalkan maupun mengalami perubahan jadwal juga diminta tidak datang ke bandara sebelum memperoleh kepastian dari pihak maskapai.

Untuk menjaga konektivitas penerbangan, pemerintah menyiapkan sejumlah bandara alternatif, seperti Bandara Kertajati, Bandara Juanda, Yogyakarta International Airport (YIA), serta bandara yang berada di Semarang dan Solo.

Bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan, pemerintah juga menyiapkan akses transportasi lanjutan melalui jalur darat. Pilihannya mencakup bus dan kereta api yang akan dikoordinasikan bersama pengelola bandara, maskapai, dan pihak terkait lainnya.

Kemenhub memastikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta arah penyebaran abu vulkanik akan terus dipantau secara berkala. Pembukaan kembali bandara baru akan dilakukan setelah kondisi dinilai aman dan seluruh aspek keselamatan penerbangan terpenuhi.

Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kelancaran konektivitas transportasi nasional sekaligus mengutamakan keselamatan penumpang dan masyarakat di tengah kondisi darurat akibat aktivitas vulkanik.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update