Solok, Rakyatterkini.com – Kepolisian Daerah Sumatera Barat bersama sejumlah instansi terkait terus mempercepat penanganan bencana banjir bandang atau galodo yang melanda Kabupaten Solok. Fokus utama saat ini diarahkan pada pencarian warga yang masih hilang serta pembersihan material bencana.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy mengatakan, ratusan personel kepolisian telah diterjunkan ke sejumlah titik terdampak untuk membantu proses evakuasi, pencarian korban, hingga pemulihan kondisi di lapangan.
“Seluruh kekuatan Kepolisian akan dimaksimalkan guna mempercepat pencarian korban yang hingga kini masih belum ditemukan,” ujar Djati, Rabu (23/9/2026).
Ia menjelaskan, upaya penanganan tidak sebatas membersihkan material banjir dan longsor yang menghambat akses masyarakat. Tim gabungan juga memprioritaskan pencarian korban serta memberikan bantuan kepada warga yang terdampak bencana.
Selain itu, petugas melakukan pendataan terhadap rumah warga dan berbagai fasilitas yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan longsor.
Menurut Kapolda, proses penanganan dan pemulihan diperkirakan berlangsung sekitar satu pekan. Untuk menunjang koordinasi di lapangan, Kepolisian bersama instansi terkait akan membangun posko terpadu di kawasan terdampak.
Posko tersebut nantinya juga didukung dengan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat maupun personel yang terlibat dalam penanganan bencana.
Djati menyebut, sejak malam pertama bencana terjadi, dirinya telah menginstruksikan ratusan personel Brimob untuk segera menuju lokasi. Mereka ditugaskan membantu warga, mendukung proses evakuasi, serta melakukan penanganan awal di kawasan terdampak.
“Seluruh kekuatan akan kita kerahkan untuk membantu masyarakat, melakukan pencarian korban, serta mempercepat proses pemulihan pascabencana,” tegasnya.
Berdasarkan data sementara Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar dan Polres Solok per Selasa (22/9/2026), tercatat satu orang meninggal dunia, satu warga masih dalam pencarian, lima orang mengalami luka ringan, dan satu korban mengalami luka berat.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Dafi Arahman (21), laki-laki, warga Kayu Aro, Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok. Identitas korban telah dipastikan melalui pemeriksaan data primer berupa sidik jari serta data sekunder dari pihak keluarga.
Sementara itu, warga yang masih dinyatakan hilang bernama Agusra (59), laki-laki, yang juga berdomisili di Kayu Aro. Hingga kini, tim gabungan masih menyisir kawasan terdampak untuk menemukan korban tersebut.
Dengan data sementara tersebut, satu korban meninggal telah berhasil diidentifikasi, sementara satu warga lainnya masih dalam pencarian. Proses evakuasi, pencarian, pendataan kerusakan, dan pemulihan di lokasi bencana terus dilanjutkan oleh tim gabungan.(da*)


