Notification

×

Iklan

Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Abu Capai 700 Meter

Jumat, 25 September 2026 | 18:22 WIB Last Updated 2026-09-25T11:22:00Z

Gunung Ili Lewotolok erupsi pada Jumat (25/9/2026) 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Gunung Ili Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Jumat (25/9/2026) pagi. Erupsi tersebut memunculkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 700 meter dari puncak gunung atau mencapai kurang lebih 2.123 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Berdasarkan catatan pengamatan, erupsi terjadi pada pukul 10.44 WITA. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, Syawaludin, melaporkan kolom letusan tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Abu vulkanik saat itu bergerak ke arah barat.

Aktivitas vulkanik tersebut juga tercatat pada alat seismograf. Amplitudo maksimum mencapai 40 milimeter dengan lama erupsi sekitar 64 detik.

Badan Geologi menyampaikan bahwa erupsi Gunung Ili Lewotolok terjadi pada pukul 10.44 WITA dengan ketinggian kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak.

Menindaklanjuti aktivitas tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat, wisatawan, pendaki, maupun pengunjung untuk tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok. Pembatasan juga diberlakukan pada sektor selatan dan tenggara hingga radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

PVMBG mengimbau masyarakat mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan karena masih terdapat potensi bahaya berupa guguran lava, longsoran material vulkanik, maupun awan panas. Beberapa sektor yang perlu mendapat perhatian antara lain bagian selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.

Selain ancaman langsung dari aktivitas erupsi, abu vulkanik yang terbawa angin juga berpotensi mengganggu kesehatan. Warga yang berada di sekitar kawasan gunung disarankan menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan serta memakai pelindung mata dan kulit ketika beraktivitas di luar rumah.

Warga juga diminta memastikan wadah atau tempat penampungan air bersih dalam kondisi tertutup guna mencegah masuknya abu vulkanik. Upaya tersebut penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

PVMBG selanjutnya meminta pemerintah daerah bersama masyarakat tetap menjalin komunikasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok yang berada di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape.

Perkembangan terbaru terkait aktivitas Gunung Ili Lewotolok dapat dipantau melalui informasi resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) maupun Badan Geologi di Bandung.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update