Notification

×

Iklan

51 Santri Tanah Datar Berangkat ke Timur Tengah

Jumat, 25 September 2026 | 18:48 WIB Last Updated 2026-09-25T11:48:00Z

51 Santri Tanah Datar Berangkat ke Timur Tengah

Tanah Datar, Rakyatterkini.com – Sebanyak 51 santri dan santriwati dari Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, diberangkatkan untuk melanjutkan pendidikan ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Para santri tersebut akan menempuh pendidikan di Mesir, Maroko, dan Tunisia dengan masa studi yang diperkirakan berlangsung sekitar empat tahun.

Prosesi pelepasan digelar di Gazebo Gedung Indojolito, Batusangkar, Kamis (24/9/2026).

Keberangkatan puluhan santri ini diharapkan tidak sekadar menjadi kesempatan untuk menimba ilmu di luar negeri. Mereka juga dipersiapkan menjadi sumber daya manusia yang nantinya dapat berkontribusi dalam pengembangan pendidikan serta kehidupan keagamaan di Kabupaten Tanah Datar.

Sekretaris Daerah Tanah Datar, Abdurrahman Hadi, mengingatkan para santri agar mempersiapkan diri secara mental dan menjaga niat selama berada jauh dari keluarga.

Menurutnya, menempuh pendidikan di luar negeri membutuhkan keteguhan hati dan keberanian karena para santri harus meninggalkan lingkungan serta kampung halaman untuk sementara waktu.

“Ini adalah ikhtiar besar. Mereka harus memiliki keteguhan niat dan keberanian untuk meninggalkan keluarga serta kampung halaman,” ujar Abdurrahman.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Tanah Datar, Damsir Dt. Maharajo, menilai program pengiriman santri ke Timur Tengah merupakan investasi untuk kebutuhan pendidikan agama dalam jangka panjang.

Ia mengatakan, keberadaan lulusan yang memiliki kompetensi keagamaan diperlukan untuk menjawab kebutuhan tenaga pengajar di berbagai pondok pesantren.

“Kita khawatir nanti siapa yang akan mengajar di pesantren. Karena itu, kita dorong pesantren mengirimkan santri terbaiknya ke Timur Tengah,” katanya.

Dukungan terhadap para santri juga datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tanah Datar. Pada tahun ini, santri yang memenuhi persyaratan memperoleh bantuan biaya pendidikan sebesar Rp7,5 juta per orang yang bersumber dari dana zakat yang dihimpun Baznas.

Ketua TP PKK Tanah Datar, Lise Eka Putra, turut berpesan agar para santri tetap mengingat daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.

Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama berada di luar negeri nantinya dapat dibawa pulang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Tanah Datar.

“Jangan lupa pulang. Pulang bukan hanya kembali secara fisik, tetapi kembali membawa ilmu, pengalaman dan wawasan yang lebih luas,” tutur Lise.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update