Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan sejumlah opsi untuk menekan penggunaan LPG 3 kilogram (kg). Alternatif tersebut mencakup pemanfaatan CNG 3 kg, kompor listrik, serta pengembangan jaringan gas (jargas) dan pipa transmisi.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengatakan, penggunaan alternatif energi tersebut mulai diarahkan untuk diterapkan pada tahun depan.
“Mulai tahun depan sudah ada juga CNG dan seterusnya,” kata Erani saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.
Pernyataan itu disampaikan menyusul kesepakatan pemerintah bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengenai volume LPG 3 kg untuk tahun anggaran 2027. Kuota yang ditetapkan sebesar 8 juta metrik ton, turun dari usulan pemerintah sebelumnya yang mencapai 8,9 juta metrik ton.
Menurut Erani, penetapan kuota tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara upaya mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Pemerintah juga dituntut menjaga kestabilan harga LPG.
“Untuk tahun depan, kesepakatan pemerintah dan DPR untuk LPG adalah 8 juta (metrik ton),” ujarnya.
Di sisi lain, Kementerian ESDM memperkirakan kebutuhan LPG 3 kg sepanjang 2026 dapat mencapai 8,6 juta ton. Angka tersebut berada di atas kuota yang ditetapkan dalam APBN 2026, yakni sebesar 8 juta ton.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman sebelumnya menyebutkan, realisasi distribusi LPG 3 kg hingga Juli 2026 telah mencapai 5,05 juta ton dari kuota yang tersedia sebesar 8 juta ton.
Hingga penghujung 2026, penyaluran LPG 3 kg diperkirakan mencapai 8,677 juta ton. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 108,46 persen dari kuota yang ditetapkan.
Laode juga memperkirakan kebutuhan LPG 3 kg pada 2027 berpotensi kembali meningkat dibandingkan realisasi konsumsi pada 2026.
Sebelumnya, pemerintah dan Banggar DPR RI telah menyepakati sejumlah asumsi dasar ekonomi makro serta postur RAPBN 2027. Salah satu yang ditetapkan adalah volume LPG 3 kg bersubsidi sebesar 8 juta metrik ton.
Jumlah tersebut tidak berubah dibandingkan kuota LPG 3 kg yang ditetapkan dalam APBN 2026.(da*)


