Notification

×

Iklan

Selamatkan Anak Saat Galodo, Kaki Ulil Tertusuk Seng

Sabtu, 26 September 2026 | 02:38 WIB Last Updated 2026-09-25T19:38:00Z

Selamatkan Anak Terjebak Galodo Arosuka, Kaki Ulil Amri Nyaris Diamputasi

Arosuka, Rakyatterkini.com – Aksi nekat dilakukan Ulil Amri saat banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Komplek Perkantoran Bupati Solok, Arosuka. Di tengah kondisi gelap dan derasnya arus, ia masuk ke sebuah rumah untuk menyelamatkan warga yang masih terjebak.

Tindakan tersebut membuat Ulil mengalami cedera serius. Telapak kaki kirinya tertusuk potongan seng berkarat hingga menembus sekitar 10 sentimeter. Luka itu kemudian membuatnya harus menjalani operasi di RSUD Arosuka.

Kondisi Ulil sempat dilihat langsung setelah menjalani operasi dan mendapatkan perawatan di RSUD Arosuka pada Kamis (24/9/2026).

Ulil menuturkan, rumahnya berada tidak jauh dari kawasan yang diterjang galodo. Setelah mendengar kabar mengenai banjir bandang tersebut, ia langsung menuju lokasi untuk melihat situasi sekaligus membantu warga.

Saat tiba, suasana sudah gelap. Ulil hanya mengandalkan penerangan dari lampu kecil yang terpasang di kepalanya.

Sebelum berangkat, istrinya sempat melarang Ulil pergi karena khawatir keselamatannya. Namun, Ulil tetap memutuskan mendatangi lokasi bencana.

Menurutnya, kondisi di sekitar lokasi ketika itu sangat parah. Sejumlah pemuda telah berada di tempat kejadian dan berusaha membantu warga, tetapi belum ada yang berani masuk ke rumah yang masih dihuni warga.

Ulil kemudian memberanikan diri mendekati rumah tersebut. Ia mengaku seperti mendapat dorongan dari dalam hati untuk melakukan penyelamatan.

“Entah kenapa saya berani saja, seperti ada panggilan dari hati,” ujar Ulil.

Ketika berada di dekat rumah, ia mendengar suara orang meminta pertolongan. Ulil kemudian mencari sumber suara tersebut dan mengetahui ada tiga orang yang masih berada di dalam bangunan, yakni seorang ibu dan dua anak yang diperkirakan berusia delapan tahun.

Salah seorang anak bahkan meminta pertolongan kepadanya.

“Om, tolong Om,” tutur Ulil menirukan ucapan anak tersebut.

Rumah itu sebelumnya telah diterjang material galodo dari bagian belakang. Sementara pintu rolling sulit dibuka karena tertahan material yang terbawa banjir.

Ulil kemudian berusaha membuka pintu tersebut. Setelah melalui perjuangan, pintu akhirnya berhasil dibuka dan ia masuk ke dalam rumah.

Ia lalu menggendong salah seorang anak untuk dibawa keluar dari lokasi yang berbahaya.

Namun, ketika sedang membawa anak tersebut, kaki kiri Ulil tiba-tiba tertusuk seng. Benda tajam itu menancap cukup dalam di telapak kakinya hingga menyebabkan luka dan perdarahan.

Meski terluka, Ulil tidak menghentikan upayanya. Ia tetap membawa anak tersebut keluar hingga berhasil diselamatkan.

Setelah korban berada di tempat aman, kondisi kaki Ulil justru semakin memburuk. Pada malam kejadian, akses menuju rumah sakit masih sulit akibat bencana. Luka yang dialaminya akhirnya hanya dibersihkan dan dijahit oleh seorang bidan.

Belakangan diketahui luka tersebut mengalami infeksi di bagian dalam.

Beberapa hari setelah kejadian, kondisi Ulil semakin memburuk. Ia mengalami demam, menggigil, serta pembengkakan pada kaki kirinya.

Ulil kemudian dibawa ke RSUD Arosuka untuk menjalani pemeriksaan dan mendapat penanganan medis.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya infeksi serius di dalam luka. Dokter bahkan menyebut kondisi tersebut berisiko menyebabkan Ulil kehilangan kaki kirinya sehingga tindakan operasi harus dilakukan.

“Lukanya kecil, tapi dalam. Isinya banyak lumpur dan pasir, serpihan seng juga masih tertinggal,” ujarnya.

Ulil menyebut kedalaman luka di telapak kakinya mencapai sekitar 10 sentimeter. Beruntung, seng yang menusuk kakinya tidak sampai mengenai tulang.

Dokter kemudian melakukan operasi untuk membersihkan bagian yang terinfeksi sekaligus mempertahankan kondisi kaki Ulil.

Ia bersyukur tindakan medis tersebut berhasil menyelamatkan kakinya. Menurutnya, dokter menyampaikan kondisi bisa jauh lebih buruk apabila penanganan terlambat sekitar satu hari.

Bagi Ulil, rasa sakit yang dialaminya sebanding dengan kepuasan setelah mengetahui anak yang dibantunya berhasil selamat dari terjangan galodo.

Ia mengatakan akan jauh lebih terpukul apabila saat itu memilih tidak masuk ke rumah dan anak tersebut tidak berhasil diselamatkan.

“Bisa rasa puas menolong. Kalau terlambat menolong, tidak selamat anak kecil itu, saya akan terpukul,” tuturnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update