Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa informasi mengenai rencana kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dari Rp10.000 menjadi Rp13.500 per liter pada 26 September 2026 tidak benar.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, kabar tersebut merupakan informasi palsu yang belakangan banyak beredar melalui media sosial.
“Perlu kami luruskan, saat ini banyak sekali konten di media sosial yang memuat informasi mengenai kenaikan harga Pertalite. Informasi tersebut adalah hoaks,” kata Dwi Anggia dalam keterangan resminya, Kamis (24/9/2026).
Ia menjelaskan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah beberapa kali menegaskan bahwa pemerintah tidak berencana menaikkan harga Pertalite maupun Biosolar. Kebijakan tersebut tetap dipertahankan meski harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan.
Dwi Anggia pun meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat diimbau memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi agar tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.
“Carilah informasi pada sumber resmi dan media yang terverifikasi,” ujarnya.
Sebelumnya, beredar informasi di media sosial yang menyebut harga Pertalite akan dinaikkan mulai 26 September 2026. Dalam kabar tersebut, harga Pertalite disebut berubah dari Rp10.000 menjadi Rp13.500 per liter.
Pesan yang beredar juga mencantumkan sejumlah alasan yang diklaim menjadi dasar kenaikan, di antaranya penyesuaian terhadap harga minyak dunia, pengurangan beban subsidi, penguatan ketahanan energi, serta upaya mendorong penggunaan BBM secara lebih efisien.
Namun, informasi tersebut tidak sejalan dengan keterangan pemerintah sebelumnya. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.
Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia yang terus dipantau pemerintah sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.(da*)


