Jakarta, Rakyatterkini.com – Sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan 30 lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah bom bunuh diri menghantam pos pemeriksaan polisi di pinggir jalan, Distrik Dera Ismail Khan, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, Sabtu (26/9/2026).
Mayoritas korban dalam insiden tersebut merupakan anggota aparat keamanan serta warga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian.
Dikutip dari Al Jazeera, Kepala Kepolisian Dera Ismail Khan, Safdar Baloch, menyebut sejumlah polisi, petugas bea cukai, dan anggota departemen kehutanan termasuk dalam daftar korban meninggal. Adapun korban luka terdiri atas personel kepolisian, petugas bea cukai, serta sedikitnya dua warga sipil.
Ledakan berlangsung di sekitar Aman Mela, kawasan Darazinda. Tim penyelamat dari stasiun Darazinda segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan memberikan pertolongan sebelum membawa mereka ke rumah sakit.
Menurut laporan Al Jazeera, serangan dilakukan dengan cara menabrakkan kendaraan yang telah dipasangi bahan peledak ke pos pemeriksaan. Aksi tersebut disebut terjadi setelah sejumlah pelaku melepaskan tembakan.
Hingga kini belum ada pihak yang secara resmi menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, dugaan mengarah kepada Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok bersenjata yang berbeda dengan Taliban Afghanistan meski diketahui memiliki hubungan erat dengan kelompok yang berkuasa di Afghanistan.
Dera Ismail Khan merupakan kawasan penting karena berada di titik pertemuan tiga provinsi, yakni Balochistan, Khyber Pakhtunkhwa, dan Punjab. Tingginya aktivitas distribusi barang membuat aparat bea cukai ditempatkan bersama kepolisian untuk mengawasi potensi penyelundupan.
Daerah tersebut juga berada tidak jauh dari South Waziristan, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas kelompok bersenjata yang cukup tinggi.
Serangan ini berlangsung ketika Pakistan menghadapi peningkatan kekerasan bersenjata. Selain TTP, Balochistan Liberation Army (BLA), kelompok separatis yang aktif di Provinsi Balochistan, juga kerap disebut dalam berbagai laporan terkait serangan bersenjata di negara tersebut.
Insiden bom itu terjadi dua hari setelah bentrokan antara pasukan Pakistan dan Taliban Afghanistan di sepanjang perbatasan barat daya. Pemerintah Pakistan menyatakan sedikitnya 13 anggota Taliban Afghanistan tewas dalam pertempuran tersebut.(da*)


