Notification

×

Iklan

10 PWM se-Sumatera Sepakati Risalah Bukittinggi

Selasa, 22 September 2026 | 01:52 WIB Last Updated 2026-09-21T18:52:00Z

Risalah Bukittinggi sebagai pijakan bersama menuju Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Medan

Bukittinggi, Rakyatterkini.com – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dari 10 provinsi di Sumatera menyepakati Risalah Bukittinggi sebagai acuan bersama dalam mempersiapkan langkah menuju Muktamar Muhammadiyah ke-49 yang akan berlangsung di Medan, Sumatera Utara.

Kesepakatan tersebut ditetapkan pada 19 September 2026 dalam Regional Meeting Muhammadiyah se-Sumatera yang berlangsung di Hotel Monopoli, Bukittinggi, pada 18 hingga 20 September 2026.

Kegiatan yang diinisiasi PWM Sumatera Barat itu dihadiri perwakilan PWM dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, serta Sumatera Barat.

Sekretaris PWM Sumbar sekaligus Ketua Steering Committee kegiatan, Apris, menyebut pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat konsolidasi dan menyatukan potensi Muhammadiyah di seluruh wilayah Sumatera.

Menurutnya, sinergi antarwilayah diperlukan agar berbagai sumber daya yang dimiliki Muhammadiyah dapat dikelola secara lebih terarah dan menghasilkan program bersama.

Risalah Bukittinggi memuat sejumlah agenda strategis yang mencakup pembenahan organisasi, penguatan kader, pengembangan ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, hingga pembaruan metode dakwah melalui teknologi digital.

Dalam penguatan organisasi, Muhammadiyah se-Sumatera mendorong penerapan tata kelola administrasi dan keuangan berbasis digital melalui konsep e-governance. Penerapannya diarahkan pada seluruh jenjang pimpinan serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Penguatan kaderisasi juga menjadi salah satu perhatian utama. Program Darul Arqam dan Baitul Arqam akan diperkuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kader Muhammadiyah.

Di bidang ekonomi, forum menyepakati pembentukan Sumatera Muhammadiyah Economic Forum (SMEF). Forum ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara PWM, pelaku usaha dan pimpinan AUM dalam mengembangkan jaringan serta kerja sama ekonomi di tingkat regional.

Selain itu, Muhammadiyah se-Sumatera menargetkan terbentuknya perusahaan induk atau Badan Usaha Milik Muhammadiyah tingkat regional. Beberapa sektor yang menjadi sasaran pengembangan antara lain pertanian, perkebunan, logistik dan perdagangan digital, termasuk platform e-commerce bagi produk UMKM warga Muhammadiyah.

Sektor pendidikan juga mendapat perhatian. Amal Usaha Muhammadiyah didorong untuk terus beradaptasi dengan perkembangan global dan teknologi sehingga mampu berkembang menjadi pusat-pusat keunggulan pendidikan.

Dalam bidang kemanusiaan dan kebencanaan, forum menyepakati pengembangan klaster logistik bersama. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat koordinasi dan respons terhadap bencana yang berdampak lintas daerah, dengan memanfaatkan jaringan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) serta LAZISMU di wilayah Sumatera.

Sementara dalam pengembangan dakwah, Muhammadiyah se-Sumatera mendorong penguatan cyber-dakwah. Pemanfaatan media sosial dan kecerdasan buatan akan diarahkan untuk memperluas jangkauan dakwah, termasuk menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan.

Dari sisi kelembagaan, Regional Meeting juga mengamanatkan pembentukan Koordinator Regional Sumatera. Forum meminta Pimpinan Pusat Muhammadiyah segera meresmikan struktur tersebut sebagai bagian dari penguatan koordinasi antarwilayah.

Selain itu, forum mendorong penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai bagian dari semangat tajdid atau pembaruan dalam tubuh Muhammadiyah.

Apris mengatakan, berbagai hasil kesepakatan yang tertuang dalam Risalah Bukittinggi tidak berhenti pada dokumen, tetapi akan ditindaklanjuti melalui pembentukan kelompok kerja (Pokja).

Pokja tersebut nantinya beranggotakan perwakilan dari seluruh PWM se-Sumatera. Tugasnya mengawal sekaligus memastikan berbagai program yang telah disepakati dapat diimplementasikan.

“Sebagai tindak lanjut, kami akan membentuk Pokja yang melibatkan perwakilan seluruh wilayah Muhammadiyah se-Sumatera untuk mengawal implementasi hasil kesepakatan ini,” ujar Apris.

Risalah Bukittinggi ditandatangani oleh perwakilan 10 PWM se-Sumatera dan menjadi salah satu hasil utama Regional Meeting Muhammadiyah se-Sumatera yang digelar selama tiga hari di Bukittinggi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update