Dharmasraya, Rakyatterkini.com – Anggota Komisi V DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat, Zigo Rolanda, menilai pembangunan jalan tol penghubung (feeder) Dharmasraya–Rengat menjadi salah satu proyek infrastruktur penting untuk meningkatkan konektivitas sekaligus mengurangi keterisolasian wilayah di bagian tengah Pulau Sumatera.
Pernyataan tersebut disampaikan Zigo saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), serta para Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dari seluruh Indonesia di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Dalam rapat yang membahas pendalaman Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran 2027 tersebut, Zigo kembali mendorong percepatan pembangunan ruas tol yang akan melintasi lima daerah strategis, yakni Kabupaten Dharmasraya, Sijunjung, dan Solok Selatan di Sumatera Barat, serta Kabupaten Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu di Provinsi Riau.
Menurut Zigo, keberadaan jalan tol feeder Dharmasraya–Rengat akan menjadi solusi untuk mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi barang antardaerah. Selain memangkas waktu perjalanan antara Sumatera Barat, Riau, dan Jambi, proyek tersebut diperkirakan mampu menekan biaya logistik hingga sekitar 30 persen sehingga meningkatkan efisiensi sektor ekonomi.
Ia juga menjelaskan bahwa bagi Sumatera Barat, pembangunan ruas tol tersebut dapat menjadi alternatif penting di tengah belum rampungnya penyelesaian Jalan Tol Padang–Pekanbaru. Jalur ini nantinya akan membuka akses yang lebih cepat menuju kawasan pertumbuhan ekonomi di pesisir timur Sumatera.
Zigo meyakini infrastruktur tersebut akan mendorong lahirnya pusat-pusat ekonomi baru. Kemudahan akses transportasi diyakini dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, pertambangan, hingga mendukung perkembangan sektor pariwisata di wilayah yang dilintasi.
Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan tol tersebut tidak seharusnya kembali mengalami penundaan. Menurutnya, proyek ini akan memperluas akses bagi berbagai komoditas unggulan daerah yang selama ini masih menghadapi kendala transportasi.
Zigo juga mengungkapkan bahwa usulan pembangunan feeder Tol Dharmasraya–Rengat sebelumnya telah memperoleh dukungan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Kabinet Indonesia Maju periode sebelumnya, serta pemerintah daerah terkait. Karena itu, ia meminta Direktorat Jenderal Bina Marga bersama BPJT segera menindaklanjuti usulan tersebut dengan memasukkannya ke dalam program pembangunan jalan tol secara konkret.
Lebih lanjut, ia memastikan akan terus mengawal proses pengusulan agar proyek tersebut masuk dalam daftar prioritas Kementerian Pekerjaan Umum. Menurutnya, masyarakat di sepanjang koridor jalan tol sangat menantikan realisasi proyek yang diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Zigo menambahkan bahwa kajian teknis pembangunan ruas tersebut telah tersedia dan masuk dalam rencana strategis pemerintah. Di sisi lain, pembangunan ruas Rengat–Pekanbaru maupun Jambi–Rengat telah mulai berjalan sehingga menurutnya saat ini merupakan waktu yang tepat untuk memulai tahap pelaksanaan ruas Dharmasraya–Rengat.
Ia berharap alokasi anggaran infrastruktur pada 2027 benar-benar diarahkan kepada proyek-proyek yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Dengan begitu, pembangunan jalan tol Dharmasraya–Rengat dapat segera direalisasikan dan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan warga di kawasan tengah Sumatera.(da*)


