Notification

×

Iklan

Piero Hincapie Dikartu Merah Gara-Gara Tutup Mulut di Piala Dunia 2026

Kamis, 02 Juli 2026 | 03:56 WIB Last Updated 2026-07-01T21:14:02Z

Bek Timnas Ekuador Piero Hincapie (kanan) berbicara dengan menutup mulut 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Bek Timnas Ekuador, Piero Hincapie, menjadi pemain kedua yang menerima kartu merah akibat melanggar aturan baru FIFA terkait tindakan menutupi mulut saat berkomunikasi di lapangan pada ajang Piala Dunia 2026.

Peristiwa tersebut terjadi dalam pertandingan babak 32 besar antara Ekuador melawan Meksiko di Stadion Azteca, Rabu (1/7/2026) pagi WIB. Saat laga memasuki penghujung pertandingan dan Ekuador tertinggal 0-2, Hincapie terlihat menutup mulut ketika beradu argumen dengan penyerang Meksiko, Santiago Gimenez.

Awalnya, wasit Slavko Vincic tidak mengetahui kejadian tersebut. Namun, tim Video Assistant Referee (VAR) meminta sang pengadil lapangan untuk meninjau ulang insiden itu. Setelah melihat tayangan ulang di monitor, wasit memutuskan memberikan kartu merah kepada bek berusia 24 tahun tersebut pada masa injury time.

Pengusiran Hincapie semakin memperburuk keadaan Ekuador yang akhirnya harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Sementara itu, Meksiko sukses mengamankan tiket ke babak berikutnya berkat kemenangan 2-0 di hadapan pendukungnya sendiri.

Aturan Baru FIFA Kembali Menjadi Perbincangan

Kasus yang menimpa Hincapie kembali memicu perhatian terhadap regulasi terbaru FIFA yang mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026. Dalam aturan tersebut, pemain dilarang menutupi mulut ketika berbicara dengan lawan saat terjadi konfrontasi di lapangan.

FIFA menerapkan kebijakan ini untuk mencegah adanya komunikasi tersembunyi yang berpotensi mengandung provokasi, penghinaan, ataupun ucapan yang tidak pantas selama pertandingan berlangsung.

Sebelum Hincapie, pemain Paraguay, Miguel Almiron, menjadi sosok pertama yang menerima hukuman berdasarkan aturan tersebut. Insiden itu terjadi ketika Paraguay berhadapan dengan Turki pada fase grup.

Saat itu, Almiron kedapatan menutupi mulut ketika berdebat dengan pemain Turki, Mert Muldur. Aksi tersebut kemudian dilaporkan kepada wasit, dan setelah mendapat konfirmasi dari VAR, wasit menjatuhkan kartu merah kepada Almiron.

Komentator BBC Radio 5 Live, Clinton Morrison, menilai keputusan tersebut memang terasa berat bagi pemain. Meski demikian, ia menegaskan bahwa wasit hanya menjalankan regulasi yang telah ditetapkan FIFA.

Menurut Morrison, setiap pemain seharusnya memahami aturan yang berlaku sehingga tindakan yang dilarang tidak dilakukan. Ia juga menilai keputusan wasit bersama VAR patut dihargai karena telah menjalankan tugas sesuai ketentuan, meskipun tidak semua orang akan sepakat dengan hasilnya.

Hal senada disampaikan pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro. Ia menganggap tidak ada alasan untuk memperdebatkan kartu merah yang diterima Almiron karena regulasinya sudah sangat jelas.

Alfaro menjelaskan bahwa tindakan menutupi mulut ketika terjadi konfrontasi memang termasuk pelanggaran yang berujung kartu merah sesuai aturan FIFA. Ia juga mengungkapkan bahwa Almiron telah meminta maaf kepada seluruh rekan setimnya setelah pertandingan karena tindakannya memberikan dampak besar terhadap perjuangan Paraguay.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update