Jakarta, Rakyatterkini.com – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa di kawasan Lapangan Merdeka, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (17/6/2026) sore, sempat berujung ricuh. Dalam kejadian tersebut, massa menghentikan dan “menghadang” sebuah truk dinas milik TNI yang melintas di Jalan Balai Kota.
Situasi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di pusat kota tersendat cukup panjang. Untuk menghindari potensi bentrokan yang lebih besar, kendaraan dinas TNI akhirnya memilih mundur dan memutar arah.
Peristiwa itu bermula ketika truk TNI tersebut terjebak di tengah kerumunan massa aksi yang menutup penuh akses jalan di lokasi demonstrasi. Saat kendaraan melintas, para demonstran langsung mengepung truk sambil meneriakkan seruan “Mundur!” secara berulang.
Anggota TNI di dalam kendaraan sempat mencoba melanjutkan perjalanan dengan menyalakan sirene darurat. Namun, massa tetap bertahan di posisinya dan menghalangi laju kendaraan tersebut.
Setelah cukup lama terhenti di tengah kerumunan, akhirnya truk dinas itu tidak dapat melanjutkan perjalanan dan memilih berbalik arah.
Sebelumnya, ratusan mahasiswa telah berkumpul di persimpangan Jalan Raden Saleh menuju Jalan Balai Kota sejak sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka menutup akses jalan utama dan mengarahkan pengendara mobil untuk berputar melalui Jalan Imam Bonjol.
Meski demikian, sebagian pengguna jalan seperti pengendara sepeda motor dan ojek online masih diberi kesempatan untuk melintas secara perlahan.
Dalam orasinya, massa aksi menyampaikan bahwa penutupan jalan dilakukan sebagai bagian dari perjuangan menyuarakan kepentingan masyarakat kecil. Mereka juga meminta maaf sekaligus meminta pengertian pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif selama aksi berlangsung.
Menanggapi insiden tersebut, Komando Distrik Militer (Kodim) 0201 Medan memberikan pernyataan resmi. Pihaknya menyayangkan tindakan mahasiswa yang menghentikan paksa kendaraan dinas yang sedang bertugas.
“Kami menyayangkan tindakan adik-adik mahasiswa yang sampai menghentikan kendaraan dinas TNI. Dalam penyampaian aspirasi, tetap harus memperhatikan keselamatan, ketertiban, dan keamanan umum,” ujar Dandim 0201 Medan, Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo.
Usai truk TNI berhasil keluar dari kerumunan, massa kembali melanjutkan aksi dan orasi di sekitar Lapangan Merdeka Medan. Aparat kepolisian terlihat tetap melakukan pengamanan di lokasi hingga situasi kembali terkendali.(da*)


