Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan klarifikasi terkait beredarnya kabar yang menyebutkan Gunung Lawu akan mengalami erupsi besar dalam waktu dekat. Lembaga tersebut menegaskan bahwa informasi yang beredar itu tidak benar atau hoaks.
Klarifikasi resmi ini disampaikan melalui Laporan Khusus Nomor: 1079.Lap./GL.03/BGL/2026 tentang perkembangan terkini aktivitas Gunung Lawu, yang dirilis pada Rabu (17/6/2026).
Isu tersebut mulai ramai setelah sebuah akun di platform Threads dengan nama pengguna @hsuliz2021 mengunggah narasi yang menyebutkan gunung di perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur itu akan menjadi gunung ketujuh yang diperkirakan meletus besar.
Dalam unggahannya, akun tersebut juga mengklaim adanya peningkatan aktivitas magma menuju permukaan serta menyebut kantong magma Gunung Lawu telah penuh. Pernyataan ini kemudian memicu keresahan dan cepat menyebar di media sosial.
Hingga Rabu (17/6/2026) malam pukul 18.44 WIB, unggahan itu tercatat telah mengumpulkan lebih dari 2.500 tanda suka, ratusan komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 200 kali.
Menanggapi hal tersebut, Badan Geologi menegaskan berdasarkan hasil pemantauan ilmiah di lapangan, klaim tersebut tidak sesuai dengan data yang ada.
Secara status vulkanologi, Gunung Lawu tergolong gunung api Tipe B yang tidak tercatat mengalami erupsi magmatik sejak tahun 1600. Aktivitas yang terpantau saat ini hanya berupa keluarnya gas solfatara di kawasan Kawah Candradimuka.
Dalam laporan resminya, Badan Geologi juga menyebutkan bahwa hasil pengukuran suhu di Kawah Candradimuka berada pada kisaran 90,8 hingga 92 derajat Celsius. Nilai tersebut dinilai masih dalam kondisi normal dan tidak menunjukkan adanya indikasi pergerakan magma ke permukaan.
Selain itu, hasil pemantauan geokimia yang dilakukan pada tahun 2021 dan 2023 menunjukkan bahwa komposisi gas di kawasan tersebut masih dalam batas aman dan merupakan karakteristik umum gunung api yang berada dalam kondisi “istirahat”.
Pihak laboratorium juga tidak menemukan adanya perubahan signifikan pada kandungan air panas maupun gas vulkanik di sekitar lereng gunung, sehingga tidak ada indikasi pergerakan fluida magma yang berbahaya.
Imbauan kepada masyarakat
Badan Geologi mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Magetan agar tetap tenang dan tidak mudah panik atas informasi yang belum terverifikasi.
Masyarakat juga diminta lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial, tidak menyebarkan kabar yang belum jelas sumbernya, serta selalu mengacu pada informasi resmi dari pemerintah dan lembaga terkait, termasuk PVMBG, mengenai perkembangan aktivitas gunung api di Indonesia.(da*)


