Solok, Rakyatterkini.com – Pembangunan jembatan gantung di Nagari Saniangbaka, Kabupaten Solok resmi dimulai. Proyek ini bertujuan membuka akses bagi warga yang selama ini terbatas akibat jembatan sebelumnya rusak pasca banjir bandang pada November 2025.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, bersama Bupati Solok Jon Firman Pandu pada Kamis (2/4/2026).
Jembatan gantung yang berlokasi di Balai Panjang ini merupakan bantuan dari Persatuan Advokat Indonesia (PERADI). Selain memulai pembangunan, PERADI juga memberikan dukungan dana sebesar Rp600 juta untuk membantu proyek tersebut.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menekankan pentingnya jembatan ini bagi masyarakat, karena akan menghubungkan wilayah yang selama ini sulit dijangkau. Kehadiran jembatan diharapkan dapat mempermudah kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sosial warga.
“Jembatan gantung ini akan menjadi jalur penting bagi masyarakat sehingga akses yang sebelumnya terbatas kini bisa terbuka,” ujar Bupati.
Sementara itu, Otto Hasibuan menambahkan bahwa pembangunan jembatan ini sejalan dengan komitmen sosial PERADI, termasuk dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Diharapkan pembangunan jembatan gantung di Balai Panjang dapat segera selesai, sehingga warga dapat memanfaatkannya dan mendorong peningkatan kesejahteraan serta konektivitas antarwilayah.(da*)


