Painan, Rakyatterkini.com – Penerapan sistem digital dalam penarikan retribusi di objek wisata andalan Pantai Carocok Painan terbukti memberikan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pesisir Selatan. Selama periode libur Lebaran, pemasukan dari sektor ini tercatat menembus Rp513.825.000.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata dengan mengoptimalkan digitalisasi retribusi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar dalam menata kawasan wisata agar lebih tertib, transparan, serta memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.
Pembenahan yang dilakukan tidak hanya terbatas pada sistem pembayaran, tetapi juga mencakup penataan kawasan secara menyeluruh. Penertiban pedagang kaki lima, pengelolaan parkir, hingga peningkatan fasilitas pendukung dilakukan secara bertahap untuk memperbaiki kualitas layanan wisata.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, menyampaikan bahwa digitalisasi retribusi merupakan terobosan penting dalam menciptakan tata kelola destinasi wisata yang lebih modern dan akuntabel. Menurutnya, sistem digital mampu menekan potensi kebocoran pendapatan sekaligus memudahkan wisatawan dalam melakukan pembayaran tiket.
Ia juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang lebih profesional dan transparan di sektor pariwisata.
Hendrajoni turut mengapresiasi kontribusi berbagai pihak dalam mendukung kebangkitan pariwisata daerah, khususnya di Pantai Carocok yang ramai dikunjungi selama libur Lebaran. Apresiasi tersebut diberikan kepada OPD terkait, jajaran Polres Pesisir Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Jasa Raharja yang berperan dalam menjaga ketertiban dan keselamatan wisatawan.
Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan pariwisata di daerah tersebut dan perlu terus dipertahankan.
Dari data yang dihimpun, penerimaan retribusi Pantai Carocok mengalami peningkatan signifikan. Pada periode 21 hingga 29 Maret 2026, penjualan tiket dewasa mencapai 47.787 lembar dengan nilai Rp477.870.000, sementara tiket anak-anak sebanyak 3.199 lembar dengan total Rp15.995.000. Total retribusi dari tiket masuk mencapai Rp493.865.000.
Selain itu, sektor parkir turut menyumbang tambahan pendapatan sebesar Rp19.960.000. Dengan demikian, total PAD dari kawasan tersebut selama libur Lebaran mencapai Rp513.825.000, yang mencerminkan tingginya minat wisatawan untuk berkunjung.
Program digitalisasi ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bank Nagari yang menyediakan fasilitas serta sistem pembayaran digital di lapangan. Dukungan juga datang dari Dinas Komunikasi dan Informatika melalui penyediaan CCTV di sejumlah titik strategis guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan sekaligus menciptakan lingkungan wisata yang lebih aman.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat. Beberapa persoalan seperti pungutan liar, tarif parkir yang tidak sesuai aturan, hingga harga makanan yang dinilai tinggi akan terus menjadi bahan evaluasi.
Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan agar pengelolaan destinasi wisata ke depan semakin optimal.
Di sisi lain, lonjakan kunjungan wisatawan juga terlihat di kawasan Mandeh yang menjadi salah satu destinasi favorit. Aktivitas kapal wisata yang padat serta tingkat hunian penginapan yang penuh menjadi indikator meningkatnya daya tarik kawasan tersebut.
Dengan berbagai perkembangan ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan optimistis mampu menjadikan daerahnya sebagai salah satu destinasi unggulan di Sumatera Barat.(da*)


