Notification

×

Iklan

Peradi Salurkan Rp6,7 Miliar untuk Bencana di Sumatera

Sabtu, 04 April 2026 | 07:44 WIB Last Updated 2026-04-04T00:44:00Z

Ketua Peradi Ungkap Penanganan Bencana Sumatra Lebihi Bencana Nasional

Jakarta, Rakyatterkini.com – Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Otto Hasibuan, menilai upaya pemerintah dalam menangani bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sudah melampaui standar penanganan bencana berskala nasional.

Menurut Otto, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perhatian besar terhadap proses penanggulangan dan pemulihan bencana, meskipun status bencana nasional tidak ditetapkan.

Ia mengaku menyaksikan langsung keseriusan tersebut, termasuk saat rapat di Istana. Otto menyebut Presiden kerap menunjukkan empati mendalam, bahkan terlihat emosional ketika membahas kondisi para korban.

Selain itu, Otto yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan mengatakan bahwa Presiden tidak hanya memantau dari jauh, tetapi turun langsung ke lokasi terdampak, bahkan sempat bermalam di sana. Untuk wilayah Sumatra Barat sendiri, Presiden disebut telah dua kali melakukan kunjungan.

Ia menilai, langkah-langkah yang diambil pemerintah sudah mencerminkan penanganan setingkat bencana nasional, meskipun secara administratif tidak dinyatakan demikian.

Sebagai bentuk dukungan, Peradi turut berpartisipasi dalam upaya pemulihan dengan menyalurkan bantuan senilai Rp6,7 miliar ke tiga provinsi yang terdampak. Dana tersebut berasal dari kontribusi anggota Peradi serta pihak ketiga.

Bantuan itu difokuskan pada pembangunan fasilitas umum. Di Sumatra Barat, misalnya, digunakan untuk membangun ruang kelas di SMAN 12 Padang, musala di Kabupaten Agam, serta jembatan gantung di Kabupaten Solok.

Otto menegaskan bahwa kegiatan sosial semacam ini merupakan bagian dari komitmen Peradi dalam merespons berbagai bencana di Indonesia. Ia juga menekankan bahwa para advokat tidak hanya berperan dalam bidang hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan sengaja diarahkan langsung kepada penerima manfaat dalam bentuk pembangunan infrastruktur agar dapat dirasakan secara luas. Ia menambahkan, pola serupa juga telah dilakukan di daerah lain seperti Aceh, dengan membangun sekolah dan masjid serta melibatkan pengurus daerah untuk pengawasan.

Otto berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update