Notification

×

Iklan

Kementan Pastikan Pasokan Cabai Aman dan Surplus hingga Idulfitri

Senin, 23 Februari 2026 | 02:24 WIB Last Updated 2026-02-22T20:33:21Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan berbagai jenis cabai secara nasional berada dalam kondisi aman dan bahkan surplus menjelang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

Merujuk proyeksi neraca pangan nasional, ketersediaan cabai rawit pada Februari 2026 diperkirakan surplus sekitar 54 ribu ton dan meningkat menjadi 99 ribu ton pada Maret 2026. 

Sementara itu, cabai besar juga menunjukkan kelebihan pasokan, masing-masing sekitar 14 ribu ton pada Februari dan 11 ribu ton pada Maret 2026.

Surplus ini ditopang oleh luas panen yang mencapai puluhan ribu hektare di sejumlah sentra produksi utama, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa. Daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat menjadi penopang utama produksi. Pola panen dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan guna menjaga stabilitas pasokan di pasar.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan langkah aktif untuk menjamin ketersediaan komoditas pangan strategis. Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, jajaran Kementan turun langsung memantau sentra-sentra produksi.

Ia menyatakan, penguatan produksi, kelancaran distribusi, serta pengawasan harga terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik.

Hal senada disampaikan Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muh. Agung Sunusi. Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah sentra seperti Garut, Sumedang, Bandung, dan Lombok Timur, pertanaman cabai dalam kondisi baik dan panen tetap berlangsung meskipun menghadapi tantangan anomali iklim serta serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Stok di daerah sentra produksi pun terpantau mencukupi hingga Idulfitri.

Sebagai upaya antisipasi, Kementan juga menggelar koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, Badan Pangan Nasional, asosiasi petani, dan pelaku usaha cabai. Fokus pembahasan mencakup penguatan produksi, kelancaran distribusi antarwilayah, serta sosialisasi Harga Acuan Produsen (HAP).

Komitmen menjaga stabilitas harga turut diperkuat oleh Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI). Ketua ACCI, Ardi, menyatakan pihaknya akan menggelar pasar murah di berbagai sentra produksi. 

Dalam kegiatan tersebut, cabai rawit merah dijual seharga Rp50.000 per kilogram, lebih rendah dari HAP sebesar Rp57.000 per kilogram, namun tetap menjaga keuntungan petani.

Sebelumnya, harga cabai rawit merah sempat menyentuh Rp90.000 per kilogram di Pasar Induk Kramat Jati. 

Melalui operasi pasar murah yang telah dilaksanakan di sejumlah daerah seperti Banjarnegara, Sleman, Magelang, Semarang, Cianjur, Bandung, Garut, Sumedang, Enrekang, hingga Lombok Timur, dan rencananya akan diperluas ke Jakarta, diharapkan harga dapat lebih terkendali.

Dengan kondisi neraca pangan yang menunjukkan tren positif, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan cabai dipastikan aman dan mencukupi hingga Idulfitri 1447 Hijriah.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update