Padang, Rakyatterkini.com – Institut Teknologi Padang (ITP) melalui program ITP Peduli, didukung penuh oleh platform crowdfunding kitabisa.com, melaksanakan penanganan darurat terhadap kerusakan jalan dan tembok penahan aliran Sungai Batang Kuranji di Jalan Sawah Liek, Kampung Olo Nanggalo, Kota Padang.
Langkah ini diambil menyusul banjir bandang yang menyebabkan badan jalan ambles dan menimbulkan ancaman bagi keselamatan warga sekitar. Penanganan darurat dimulai pada Rabu (7/1/2026) dan dijadwalkan selesai pada Minggu (10/1/2026).
Fokus utama pekerjaan adalah pemasangan jumbo bag sebagai tanggul sementara untuk menahan erosi tebing sungai dan mencegah kerusakan lebih luas serta potensi bencana lanjutan.
Koordinator ITP Peduli, Hendri Nofrianto, menjelaskan banjir bandang sebelumnya menggerus bantaran sungai secara signifikan, yang berdampak langsung pada ruas jalan alternatif penghubung Sawah Liek dengan Lapai dan Simpang Tinju, tepat di belakang Kampus ITP dekat Dar el-Iman.
“Debit air yang tinggi menyebabkan bantaran sungai tergerus hingga badan jalan ambles. Saat ini, akses tersebut tertutup total dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Jika tidak segera ditangani, kerusakan bisa meluas,” kata Hendri saat meninjau lokasi, Rabu pagi.
Jalan ini merupakan jalur vital bagi mobilitas warga dari Siteba menuju Sawah Liek dan Kalumbuk. Kerusakan juga menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi memicu luapan air ke pemukiman jika hujan deras kembali terjadi, khususnya di Simpang Tinju, Lapai, dan Siteba.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, ITP Peduli bersama kitabisa.com melakukan penguatan tanggul darurat dengan sekitar 1.000 jumbo bag berkapasitas satu ton yang disusun sepanjang 103 meter di tepi sungai. Pekerjaan ini dibantu dua unit alat berat, masing-masing satu dari ITP Peduli dan satu dari swadaya warga.
“Jika jalan ini jebol, air bisa meluap hingga satu meter dan berdampak pada sekitar 300 kepala keluarga. Penanganan darurat ini bertujuan mencegah hal itu terjadi,” tegas Hendri.
Hendri menambahkan bahwa keterlibatan ITP dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi dan penerapan konsep Kampus Berdampak.
“Ini bukan sekadar kewajiban institusi, tapi juga tanggung jawab moral agar kampus hadir memberikan solusi atas persoalan nyata di masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Hendri menegaskan bahwa pemasangan jumbo bag hanya bersifat sementara. Ia berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V segera melakukan pengerukan sedimentasi pasir dan lumpur yang menumpuk akibat banjir sebelumnya.
“Sedimentasi mengurangi kapasitas sungai. Tanpa pengerukan, potensi luapan air saat hujan lebat tetap tinggi,” katanya.
Sementara itu, Ketua RW 03 Kelurahan Kampung Olo, Efri, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat ITP Peduli dan kitabisa.com. Warga masih menyimpan trauma dari banjir besar tahun 1986, ketika air setinggi satu meter meluap hingga Lapai dan Jalan Khatib Sulaiman.
“Kami tidak ingin kejadian itu terulang. Kehadiran ITP Peduli memberikan rasa aman bagi warga,” ungkap Efri.
Selain dukungan dari ITP Peduli dan kitabisa.com, warga bersama Yayasan Dar el-Iman juga bergerak secara swadaya dengan menurunkan satu unit ekskavator. Dengan total dua alat berat, pengerjaan penguatan tanggul ditargetkan rampung dalam empat hari. (da*)


