Notification

×

Iklan

Teco Protes VAR Usai Semen Padang Ditahan PSMS 1-1

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:24 WIB Last Updated 2026-10-18T06:24:00Z

Pelatih Semen Padang FC, Teco saat jumpa pers

Padang, Rakyatterkini.com – Semen Padang FC belum berhasil meraih kemenangan saat tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Menghadapi PSMS Medan pada pekan keenam Pegadaian Championship 2026/2027, Sabtu (17/10/2026), tim berjuluk Kabau Sirah itu harus puas bermain imbang dengan skor 1-1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi.

Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Semen Padang FC yang berambisi mengamankan tiga poin. Usai pertandingan, pelatih kepala Stefano Cugurra atau yang akrab disapa Teco, melontarkan kritik terhadap kepemimpinan wasit, terutama dalam pengambilan keputusan melalui Video Assistant Referee (VAR).

Teco menilai ada keputusan penting yang merugikan timnya, yakni pengesahan gol PSMS Medan yang menurutnya didahului oleh posisi offside. Ia mempertanyakan mengapa insiden tersebut tidak ditinjau secara menyeluruh oleh perangkat VAR.

Dalam konferensi pers seusai laga, pelatih asal Brasil itu mengungkapkan bahwa Semen Padang FC sebenarnya mampu menunjukkan permainan yang lebih baik pada babak kedua. Namun, gol yang dicetak tim tamu membuat peluang Kabau Sirah untuk meraih kemenangan menjadi sirna.

“Di babak kedua kita main lebih bagus, tapi mereka yang cetak gol. Tapi VAR tidak cek, ini gol dari mereka clear offside,” kata Teco.

Ia menjelaskan, menurut pengamatannya, terdapat pemain PSMS Medan yang berada sekitar lima meter di depan sebelum terjadi tembakan yang membentur tiang. Bola kemudian dimanfaatkan oleh pemain lain hingga menghasilkan gol.

Teco merasa heran karena situasi tersebut tidak mendapatkan pemeriksaan VAR yang menurutnya diperlukan untuk memastikan keabsahan gol.

Kekecewaan Teco semakin besar karena Semen Padang FC sebelumnya juga sempat mencetak gol pada babak pertama, tetapi gol tersebut dianulir setelah wasit meninjau tayangan melalui monitor dan memutuskan terjadi offside.

Menurutnya, penerapan aturan dalam dua insiden tersebut seharusnya dilakukan secara konsisten. Ia menilai terdapat perbedaan perlakuan antara gol timnya yang dianulir dan gol PSMS Medan yang tetap disahkan.

“Gol kita, kita cetak gol juga di babak pertama, dia offside. Orang lihat di monitor, offside sudah. Kita jalan lagi pertandingan. Tapi gol dari mereka kenapa tidak sama? Kenapa beda?” ujarnya.

Teco juga membandingkan jarak posisi pemain dalam kedua kejadian tersebut. Ia menyebut pelanggaran offside yang dituduhkan kepada pemain Semen Padang FC hanya terjadi dalam selisih tipis, sedangkan posisi pemain PSMS Medan, menurut penilaiannya, berada sekitar dua hingga tiga meter lebih jauh di depan.

Lebih jauh, Teco menegaskan bahwa para pemain dan jajaran pelatih telah menjalani persiapan dengan sungguh-sungguh demi mendapatkan hasil maksimal. Karena itu, ia menyayangkan keputusan yang dianggapnya tidak tepat dan berpotensi memengaruhi hasil pertandingan.

Ia berharap operator kompetisi bersama PSSI dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja perangkat pertandingan, termasuk petugas VAR. Menurutnya, teknologi tersebut semestinya membantu wasit mengambil keputusan yang akurat, bukan justru menimbulkan polemik.

“Kita orang profesional, pemain, pelatih sangat kerja keras di dalam latihan, datang di pertandingan semua juga kerja keras. Buat ada kesalahan dari orang yang ada di VAR, VAR seharusnya ada buat bantu wasit,” tutur Teco.

Ia pun mengingatkan pentingnya konsentrasi dan ketelitian petugas yang berada di ruang VAR agar setiap keputusan diambil berdasarkan pemeriksaan yang tepat.

Di sisi lain, pemain Semen Padang FC, Mirza, turut mengungkapkan kekecewaannya atas hasil pertandingan tersebut. Meski tetap menghargai tambahan satu poin, ia menegaskan bahwa target utama tim sejak awal adalah meraih kemenangan.

Mirza juga menyinggung keputusan wasit terkait pemeriksaan VAR yang dinilainya belum maksimal. Kendati demikian, ia mengajak seluruh pemain untuk tidak larut dalam kekecewaan dan segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya.

“Kalau menurut saya, disyukuri kita dapat satu poin, tapi target kita dari awal dapat tiga poin. Ya mungkin saya juga agak kecewa sedikit karena keputusan wasit yang kurang ngecek VAR kayak gitu kan. Jadi ya sudah, lupakan pertandingan ini, fokus next match,” ujar Mirza.

Tambahan satu poin membuat Semen Padang FC masih berada di papan tengah klasemen sementara Pegadaian Championship musim 2026/2027. Tim Kabau Sirah kini perlu segera melakukan evaluasi agar dapat kembali bersaing dan memperbaiki posisi di klasemen.

Selanjutnya, Semen Padang FC dijadwalkan bertandang ke markas Persiku Kudus pada 30 Oktober 2026. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Kabau Sirah untuk bangkit dan kembali memburu kemenangan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update