Notification

×

Iklan

Dua Warga Padang Bersiap Bekerja di Jepang

Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:22 WIB Last Updated 2026-10-15T07:22:00Z

Kevin dan Wardah, Dari Menuju Jepang

Padang, Rakyatterkini.com — Kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup membutuhkan proses, kerja keras, dan dukungan dari berbagai pihak. Hal tersebut dirasakan Kevin Blezynsky Jhonevan dan Wardah Putri Maghfirah, dua warga Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang memperoleh peluang bekerja di Jepang melalui program pemberdayaan masyarakat.

Keduanya dilepas oleh Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan dalam sebuah acara di Kantor Lurah Limau Manis Selatan, Senin (12/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Unit CSR PT Semen Padang, Nurwan, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kevin dan Wardah berasal dari keluarga Rumah Tangga Miskin (RTM). Kesempatan bekerja di luar negeri yang mereka peroleh diharapkan menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus membangun masa depan yang lebih baik.

Bagi Kevin, keberangkatan ke Jepang merupakan hasil dari proses panjang yang dilaluinya dengan tekun. Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, ia memiliki keinginan kuat untuk membantu orang tua dan mendukung pendidikan kedua adiknya yang masih kuliah.

Selain meringankan beban keluarga, Kevin juga berencana memanfaatkan penghasilan selama bekerja di Jepang untuk mengumpulkan modal usaha setelah kembali ke Indonesia.

“Kesempatan ini ingin saya gunakan untuk membantu ekonomi orang tua dan memastikan kedua adik saya tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga selesai. Saya juga ingin menabung sebagai modal untuk membuka usaha sendiri ketika pulang nanti,” ujar Kevin.

Lulusan S1 Teknik Elektro Institut Teknologi Padang (ITP) itu menjelaskan, peluang bekerja di Jepang tidak diperoleh secara langsung. Ia terlebih dahulu mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center.

Pelatihan tersebut berlangsung selama enam bulan, mulai Juni hingga Desember 2025. Selama mengikuti program, peserta dibekali kemampuan berbahasa Jepang serta pengetahuan mengenai budaya dan kebiasaan kerja di negara tersebut.

Bekal tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon pekerja agar mampu berkomunikasi, memahami arahan di tempat kerja, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Setelah menyelesaikan pelatihan, Kevin melanjutkan proses pengujian dan seleksi hingga dinyatakan lolos untuk bekerja di sektor pertanian di Enjoji Yohei, Prefektur Ibaraki, Jepang. Ia menegaskan bahwa status keberangkatannya adalah sebagai pekerja, bukan peserta magang.

Kevin dijadwalkan memulai kontrak kerja selama satu tahun. Masa kontrak tersebut berpeluang diperpanjang hingga maksimal lima tahun, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya berharap bisa bekerja selama lima tahun. Semakin panjang kesempatan bekerja, semakin besar peluang untuk menabung, membantu keluarga, dan mempersiapkan usaha yang ingin saya bangun setelah kembali ke Indonesia,” katanya.

Ia menyadari bahwa kehidupan di Jepang akan menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari perbedaan budaya dan bahasa hingga keharusan tinggal jauh dari keluarga. Meski demikian, Kevin menilai semua itu sebagai bagian dari proses untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Menurutnya, kesempatan tersebut sangat berharga dan harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai bekal untuk masa depan.

Wardah Siap Meniti Karier di Bidang Perawatan Lansia

Sementara itu, Wardah Putri Maghfirah juga memandang peluang bekerja di Jepang sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri sekaligus membantu perekonomian keluarga.

Lulusan S1 Ilmu Politik Universitas Andalas tersebut mengatakan bahwa pengalaman bekerja di luar negeri dapat memberikan banyak pelajaran, terutama dalam menghadapi lingkungan baru dan memahami budaya yang berbeda.

“Bagi saya, bekerja di Jepang bukan sekadar mencari penghasilan. Kesempatan ini juga menjadi ruang untuk belajar, mengembangkan kemampuan, serta memperoleh pengalaman yang nantinya bisa bermanfaat bagi kehidupan saya,” ungkap perempuan berusia 25 tahun itu.

Wardah memperoleh kesempatan bekerja di sektor perawatan lansia di Hanamonogatari, Prefektur Kanagawa, Jepang. Pekerjaan tersebut menuntut tanggung jawab serta kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan dan budaya kerja setempat.

Namun, berbeda dengan Kevin yang telah dijadwalkan berangkat pada 13 Oktober 2026, Wardah masih menunggu penyelesaian sejumlah dokumen, termasuk Certificate of Eligibility (COE), yang diperlukan dalam proses keberangkatannya.

Ia berharap seluruh persyaratan dapat segera diselesaikan sehingga bisa menyusul ke Jepang dan memulai pekerjaan sesuai rencana.

Membuka Peluang bagi Keluarga Kurang Mampu

Keberhasilan Kevin memperoleh pekerjaan dan proses yang masih dijalani Wardah menunjukkan bahwa program pemberdayaan berbasis pelatihan dapat membuka akses kerja bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan, Budi Safrianto, mengatakan program pelatihan bahasa dan budaya Jepang memang diprioritaskan bagi warga dari keluarga RTM.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan kepada peserta, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

“Program ini memiliki arti penting bagi kami karena pesertanya berasal dari keluarga RTM. Ketika seorang peserta berhasil bekerja di Jepang, ada peluang bagi keluarganya untuk meningkatkan kesejahteraan dan keluar dari kondisi kemiskinan,” kata Budi.

Ia menjelaskan, salah satu kendala yang kerap dihadapi calon pekerja adalah biaya keberangkatan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Forum Pemberdayaan Masyarakat menjalin kerja sama dengan investor guna menyediakan dana talangan sekitar Rp30 juta bagi setiap peserta.

Melalui skema tersebut, peserta yang lolos seleksi dapat memenuhi kebutuhan biaya awal keberangkatan. Dana yang digunakan selanjutnya dikembalikan secara bertahap setelah mereka mulai memperoleh penghasilan di Jepang.

Budi berharap mekanisme tersebut dapat membantu warga yang memiliki kemampuan dan kemauan bekerja, tetapi terkendala biaya.

Ia juga menginginkan program pelatihan bahasa dan budaya Jepang terus dilaksanakan pada 2027 dengan dukungan PT Semen Padang. Dengan keberlanjutan program, semakin banyak warga Limau Manis Selatan diharapkan memperoleh kesempatan kerja di luar negeri.

Pemangku Kepentingan Apresiasi Program Pemberdayaan

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Limau Manis Selatan, Abu Nasir, menyampaikan apresiasi kepada PT Semen Padang dan Forum Pemberdayaan Masyarakat atas pelaksanaan program tersebut.

Ia menilai pelatihan yang diberikan telah menghasilkan manfaat nyata karena peserta mulai memperoleh kesempatan untuk bekerja di Jepang.

Menurut Abu, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa program pemberdayaan yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat dan dijalankan secara berkelanjutan dapat memberikan dampak positif.

“Kami mengapresiasi program ini karena manfaatnya mulai terlihat. Pelatihan yang diberikan tidak berhenti pada proses belajar, tetapi sudah mengantarkan peserta memperoleh kesempatan bekerja di Jepang. Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilanjutkan,” ujarnya.

Abu juga berpesan agar Kevin dan Wardah menjaga kepercayaan yang telah diberikan serta menggunakan kesempatan tersebut untuk membangun masa depan.

Ia mengingatkan bahwa kesempatan bekerja di Jepang merupakan peluang berharga yang perlu dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab.

Senada dengan itu, Sekretaris Lurah Limau Manis Selatan, Damsiar, menilai sinergi antara PT Semen Padang dan Forum Pemberdayaan Masyarakat sebagai bentuk kepedulian yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu dipertahankan dan dikembangkan agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap program peningkatan keterampilan dan kesempatan kerja.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan PT Semen Padang terhadap pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang dilaksanakan bersama Forum Pemberdayaan Masyarakat. Kerja sama seperti ini sangat penting karena dapat membantu masyarakat memperoleh peluang untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata Damsiar.

Ia turut berpesan kepada Kevin dan Wardah agar selalu menjaga kesehatan selama berada di Jepang serta tetap menjalin hubungan dengan keluarga di kampung halaman.

Bagian dari Program Basinergi Membangun Nagari

Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menjelaskan bahwa pelatihan bahasa dan budaya Jepang merupakan salah satu kegiatan dalam program Basinergi Membangun Nagari.

Program tersebut dijalankan melalui dua Forum Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan Pauh, yakni di Kelurahan Limau Manis Selatan dan Kelurahan Koto Lua.

Sebelum Kevin, seorang warga Kelurahan Koto Lua telah lebih dahulu diberangkatkan ke Jepang melalui program serupa. Dengan demikian, Kevin menjadi warga kedua yang berhasil memperoleh kesempatan bekerja di negara tersebut, sementara Wardah diharapkan dapat segera menyusul setelah seluruh dokumennya selesai.

Hernes berharap para peserta tidak hanya berorientasi pada penghasilan selama bekerja di Jepang, tetapi juga mampu merencanakan pemanfaatan pendapatan untuk membangun kemandirian ekonomi setelah kembali ke Tanah Air.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan perbanyak tabungan. Kami berharap setelah kembali ke Indonesia, mereka dapat merintis usaha dan bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Semoga langkah yang dimulai sekarang bisa memberikan dampak yang lebih besar pada masa mendatang,” ujarnya.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menambahkan bahwa pelatihan bahasa dan budaya Jepang merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat sebagai investasi sosial jangka panjang.

Melalui kolaborasi dengan Forum Pemberdayaan Masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan, perusahaan berharap semakin banyak generasi muda memperoleh akses terhadap peluang kerja dan pengembangan diri.

Win menegaskan, pendekatan Community Development yang dijalankan PT Semen Padang tidak sebatas memberikan bantuan, tetapi juga mendorong masyarakat agar memiliki kemampuan untuk berkembang secara mandiri.

Menurutnya, pemberdayaan yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.

“Kami berharap dukungan yang diberikan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekaligus memperkuat upaya pembangunan yang telah berjalan di wilayah ini,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update