Notification

×

Iklan

Banjir Halmahera Utara Rendam 1.216 Rumah, 1 Tewas

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:16 WIB Last Updated 2026-01-09T16:16:00Z

Banjir merendam 1.216 rumah di Kabupaten Halmahera, Maluku Utara.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Banjir melanda Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Rabu (7/1/2026), merendam sedikitnya 1.216 rumah dan menewaskan satu orang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, atau Aam, menyampaikan data terbaru pada Jumat (9/1/2026). “Tercatat satu korban meninggal dunia akibat banjir ini,” ujarnya.

Menurut Aam, Pusdalops BPBD Halmahera Utara mencatat 20 rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dua rumah rusak ringan, serta 11 fasilitas umum terdampak bencana. Sementara itu, sebanyak 71 kepala keluarga atau 282 jiwa di Desa Togawa, Kecamatan Galela Selatan, memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat maupun pasar desa.

Penanganan darurat di lapangan menghadapi kendala akibat putusnya beberapa akses jembatan, termasuk jembatan penghubung Desa Posiposi–Tate dan jembatan Kali Baru di Desa Doduwo. Longsor di tepi jalan menuju Kecamatan Loloda Utara juga menutup badan jalan sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melintas. Sementara jalur alternatif melalui laut terhambat kondisi cuaca buruk.

Petugas gabungan berupaya menjangkau desa-desa terdampak menggunakan rakit, sambil terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan dinas sosial setempat.

Menanggapi bencana ini, Aam mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hidrometeorologi. “Masyarakat diminta menjauhi wilayah rawan dan melakukan evakuasi mandiri jika situasi darurat terjadi. Sementara pemerintah daerah diharapkan memastikan kesiapan personel, fasilitas, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update