Notification

×

Iklan

Semen Padang FC Tutup Tribun Spartacks Usai Insiden

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:24 WIB Last Updated 2026-10-22T04:24:00Z

Pernyataan Spartacks terkait penutupan tribun oleh manajemen.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Manajemen PT Kabau Sirah Semen Padang menjatuhkan sanksi berupa penutupan tribun Spartacks untuk laga kandang Semen Padang FC berikutnya. 

Kebijakan ini diambil menyusul insiden yang melibatkan sejumlah suporter setelah pertandingan melawan PSMS Medan pada 17 Oktober 2026.

Dalam surat bernomor 489/KRE/KSSP/10.2026 yang ditandatangani General Manager Denny Shulton pada 21 Oktober 2026, manajemen menjelaskan sejumlah peristiwa yang menjadi dasar pemberian sanksi tersebut.

Berdasarkan keterangan dalam surat itu, kejadian bermula ketika para pemain Semen Padang FC mendatangi tribun Spartacks seusai pertandingan. Kehadiran mereka bertujuan untuk menyampaikan apresiasi kepada suporter yang telah memberikan dukungan selama laga berlangsung.

Namun, respons yang diterima tidak sesuai harapan. Sejumlah suporter dilaporkan membelakangi para pemain dan meninggalkan tribun ketika rombongan tim datang.

Situasi kemudian memanas saat para pemain dan ofisial bersiap meninggalkan stadion. Manajemen menyebut beberapa oknum suporter melakukan tindakan agresif dengan memukul atau menggedor bagian badan serta kaca jendela bus yang membawa rombongan tim.

Tindakan tersebut dinilai berpotensi mengancam keselamatan pemain dan ofisial yang berada di dalam bus.

Atas kejadian itu, manajemen menyampaikan kekecewaan sekaligus mengingatkan suporter agar menyampaikan kritik secara bijaksana tanpa melakukan tindakan yang membahayakan orang lain.

Dalam surat pemberitahuan tersebut, manajemen menegaskan bahwa kritik terhadap tim harus disampaikan secara tertib dan santun. Para pemain serta ofisial juga disebut sebagai bagian dari keluarga besar Semen Padang FC yang perlu dihormati dan dilindungi keselamatannya.

Sebagai tindak lanjut, manajemen memutuskan menutup tribun Spartacks hingga ada pengumuman lebih lanjut. Kelompok suporter itu juga diminta melakukan evaluasi internal agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Manajemen menyatakan bahwa pembukaan kembali tribun akan dipertimbangkan setelah adanya komitmen tertulis dari pihak suporter untuk menjaga ketertiban, menghormati seluruh elemen tim, serta mematuhi kebijakan yang ditetapkan manajemen.

Spartacks Kritik Manajemen

Keputusan penutupan tribun tersebut mendapat respons dari kelompok suporter Spartacks melalui akun Instagram Spartacks Jakarta. Dalam pernyataan yang diunggah, mereka tetap memberikan penghargaan kepada para pemain atas perjuangan di lapangan, tetapi juga menyampaikan kritik keras kepada manajemen klub.

Melalui keterangan unggahannya, Spartacks membantah adanya niat untuk mencederai pemain maupun ofisial. Mereka juga menilai respons manajemen terhadap insiden tersebut berlebihan.

“Tidak ada sedikitpun niat kami menciderai pemain dan official! Kalau management? Kalian lebay! Laki laki kok baper,” tulis akun Spartacks Jakarta.

Tak hanya menyampaikan pernyataan tersebut, kelompok suporter itu turut mengunggah poster digital berwarna merah yang berisi desakan agar jajaran manajemen mengevaluasi posisinya, bahkan mengundurkan diri apabila dinilai tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.

“Untuk management sadar diri! Kalau memang tidak kompeten di bidang ini, silahkan out!” demikian bunyi pesan dalam poster yang mereka unggah.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan lanjutan dari manajemen Semen Padang FC mengenai tuntutan Spartacks yang meminta jajaran pengelola klub mundur dari jabatannya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update