Jakarta, Rakyatterkini.com — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat produksi minyak bumi Indonesia yang siap dijual (lifting) pada 2025 mencapai 605,3 ribu barel per hari (bph), melampaui target yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 605 ribu bph.
Capaian ini juga berkontribusi signifikan terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor minyak dan gas bumi (migas), yang tercatat sebesar Rp105,4 triliun pada tahun 2025.
“Target APBN untuk lifting minyak adalah 605 ribu barel per hari. Alhamdulillah, target ini berhasil terlampaui, dengan realisasi mencapai 605,3 ribu bph, atau setara 105 persen dari target,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
Realisasi ini menjadi yang pertama dalam hampir satu dekade terakhir di mana produksi minyak bumi melampaui target APBN. Sebelumnya, pencapaian serupa terakhir terjadi pada 2016, ketika produksi minyak mencapai 822 ribu bph, melampaui target 820 ribu bph.
“Jika dilihat dalam 10 tahun terakhir, target APBN untuk lifting minyak hampir tidak pernah tercapai,” tambah Bahlil.
Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan produksi minyak dan gas bumi secara bertahap hingga mencapai 1 juta barel per hari pada 2030. Untuk mencapai tujuan tersebut, Kementerian ESDM akan mempercepat proses perizinan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Beberapa langkah strategis yang disiapkan antara lain:
Mempercepat kegiatan eksplorasi dengan menawarkan 61 wilayah kerja baru kepada pelaku usaha.
Mengoptimalkan teknologi terkini seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) dan horizontal fracking untuk meningkatkan tingkat perolehan minyak.
Menyederhanakan regulasi di sektor hulu migas, termasuk evaluasi skema insentif dan integrasi perizinan, guna mempercepat proses investasi dan produksi.(da*)


