Notification

×

Iklan

Trump Ancam Gugat Obama soal Skandal Rusia

Minggu, 03 Agustus 2025 | 04:33 WIB Last Updated 2025-08-02T21:33:00Z

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump


Jakarta, Rakyatterkini.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memantik kontroversi dengan pernyataannya yang menuduh mantan Presiden Barack Obama terlibat dalam penyebaran informasi palsu mengenai dugaan campur tangan Rusia dalam Pemilihan Presiden AS 2016. Trump bahkan menyatakan niatnya untuk membawa Obama ke jalur hukum.

Dalam wawancara eksklusif bersama pembawa acara Newsmax, Rob Finnerty, Trump menyebut Obama dan Hillary Clinton sebagai tokoh utama di balik apa yang ia sebut sebagai "berita palsu" soal keterlibatan Rusia dalam kemenangannya di Pilpres 2016. Menurut Trump, skandal ini bisa menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah politik Amerika, jika terbukti benar.

"Dia (Obama) tahu apa yang dilakukan Hillary, dan dia menyetujuinya. Bahkan mungkin mendorongnya. Mereka sadar bahwa itu tidak benar," ujar Trump, dikutip dari Sputnik pada Sabtu (2/8/2025).

Pernyataan tersebut memperlihatkan eskalasi baru dalam ketegangan antara Trump dan para pendahulunya, terutama Obama, yang selama ini menjadi sasaran kritik tajam dari pihak Trump. Namun kali ini, Trump menegaskan bahwa langkahnya bukan sekadar retorika politik, melainkan bisa berujung pada proses hukum resmi.

Trump mengatakan bahwa kemungkinan gugatan tersebut akan ditangani oleh Jaksa Agung Pam Bondi. Ia mengklaim tak akan ikut campur dalam proses hukum yang akan berjalan, namun tetap menegaskan pentingnya investigasi terhadap tuduhan tersebut.

"Semuanya saya serahkan kepada Pam Bondi, yang sejauh ini menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Ia akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menentukan langkah selanjutnya. Saya tidak akan memberikan arahan apa pun padanya," kata Trump.

Apabila gugatan ini benar-benar diajukan, maka itu akan menjadi preseden bersejarah: seorang mantan presiden menggugat pendahulunya di pengadilan. Langkah ini berpotensi membuka kembali konflik panjang yang mencuat sejak masa transisi kekuasaan pasca-Pilpres 2016.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update