Notification

×

Iklan

KONI Sumbar Disegel, Dispora Minta Karateker Baru

Sabtu, 02 Agustus 2025 | 22:33 WIB Last Updated 2025-08-02T15:33:00Z

Kadispora Sumbar Maifrizon dan Koordinator Pejuang Olahraga Sumbar Afdal Rusyda. 

Padang, Rakyatterkini.com — Forum Pejuang Olahraga Sumatera Barat menegaskan bahwa aksi penyegelan kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar pada Senin, 28 Juli 2025, bukanlah bentuk tindakan anarkis, melainkan ekspresi kekecewaan sekaligus upaya terakhir mendorong keterbukaan dari Ketua Umum KONI Sumbar, Rony Pahlawan.

Forum menyampaikan bahwa tujuan utama dari aksi tersebut adalah untuk meminta kejelasan dan ruang dialog terkait berbagai persoalan internal organisasi yang belum terselesaikan.

Aksi penyegelan dilakukan tepat pukul 10.00 WIB, usai perwakilan Forum menghadiri undangan dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar di kantor Dispora. Dalam pertemuan tersebut, Forum menerima arahan dan menyatakan komitmen mendukung mekanisme organisasi yang sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.

“Kami tidak berniat menyegel kantor. Kami hanya ingin mendapat penjelasan langsung dari Ketua KONI, apalagi setelah pernyataan Gubernur yang menyebutkan bahwa anggaran KONI tidak akan dicairkan lagi,” ujar Koordinator Forum, Arfan Rusyda.

Ia menekankan bahwa AD/ART KONI memberikan hak kepada anggotanya untuk memperoleh klarifikasi langsung dari ketua umum dalam situasi krisis seperti ini. Forum juga ingin mempertanyakan sejumlah agenda penting seperti Musyawarah Provinsi (Musorprov) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang hingga kini tidak kunjung dilaksanakan.

Namun saat Forum mendatangi kantor KONI Sumbar, mereka tidak berhasil menemui Ketua Umum dan mendapati kantor dalam kondisi tidak aktif. Akhirnya, penyegelan dilakukan sebagai bentuk tekanan simbolis untuk mendesak terjadinya dialog.

“Harapan kami sederhana, agar Ketua KONI bersedia bertemu dan berdiskusi. Tapi sayangnya, alih-alih membuka komunikasi, beliau justru melaporkan kami ke pihak kepolisian,” lanjut Arfan.

Forum menyayangkan ketertutupan komunikasi dari pihak KONI, padahal banyak persoalan mendesak yang perlu segera ditindaklanjuti, salah satunya ketidakjelasan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang sudah tiga kali tertunda.

Bahkan, menurut Forum, terdapat informasi bahwa anggaran untuk Porprov sebenarnya telah disediakan oleh pemerintah, namun diduga dialihkan penggunaannya untuk kegiatan lain oleh KONI Sumbar.

“Banyak agenda olahraga yang terhenti, sementara komunikasi dengan Ketua KONI nyaris tidak berjalan. Kami datang bukan untuk menciptakan konflik, melainkan mencari solusi,” kata Arfan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumatera Barat, insan olahraga, serta pengurus KONI di tingkat kabupaten/kota atas kejadian ini.

“Langkah ini terpaksa kami tempuh demi keberlangsungan pembinaan dan kemajuan prestasi olahraga di Sumatera Barat,” tegasnya.

Di sisi lain, Dispora Sumbar diketahui telah mengirim surat resmi kepada Ketua Umum KONI Pusat pada tanggal yang sama, 28 Juli 2025, dengan nomor 800/3051/sek/Dispora/2025. Surat tersebut berisi permintaan agar segera ditunjuk karateker Ketua KONI Sumbar guna mengatasi stagnasi serta konflik internal yang terjadi.

Surat yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dispora Sumbar, Maifrizon, juga menyoroti penggunaan anggaran sebesar Rp1,8 miliar yang telah dicairkan sejak Maret 2025 untuk mendukung program kerja KONI Sumbar. Namun hingga masa kepengurusan berakhir pada Mei 2025, sejumlah program seperti Musorprov belum juga terealisasi.

“Kami tidak akan mencairkan dana tambahan jika belum ada laporan pertanggungjawaban yang jelas. Tidak mungkin satu kegiatan didanai dua kali dari anggaran yang sama,” ujar Maifrizon tegas.

Dispora juga mengkritisi perpanjangan masa jabatan pengurus KONI Sumbar yang awalnya hanya disepakati satu bulan sebagai masa transisi, namun terus berlanjut hingga enam bulan tanpa dasar yang jelas.

Situasi ini menjadi latar belakang munculnya aksi dari Forum Pejuang Olahraga, yang berharap penyegelan kantor KONI ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kepemimpinan organisasi serta membuka kembali ruang komunikasi yang sehat demi kemajuan olahraga Sumatera Barat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update