Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kawasan Mandeh akan Miliki Konservasi Lumba-lumba

Kamis, 24 November 2022 | 07:59 WIB Last Updated 2022-11-24T00:59:35Z

Ilustrasi.

Padang, Rakyatterkini.com - Kawasan Wisata Mandeh, Pesisir Selatan, merupakan destinasi andalan Sumatera Barat yang memiliki banyak potensi pariwisata, mulai dari pantai, pulau-pulau, hutan mangrove, perbukitan maupun air terjun. 

Panorama pantai dan bawah laut Mandeh yang memukau juga membuat banyak orang menjuluki Mandeh sebagai surga dari Sumatera Barat. 

Tak berhenti sampai di sana, keindahan alam yang sudah ada ini akan semakin diperkaya dengan pembangunan atraksi yang mampu mengoptimalkan daya tarik objek wisata tersebut. 

Salah satunya, yaitu dengan rencana pembangunan konservasi lumba lumba di Mandeh, mengingat perairan di kawasan ini masih terbentang luas untuk dikembangkan dengan terobosan yang menarik.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy dalam rapat bersama founder PT Meta Archipelago Hotels (PT Martel) Dedi Sjahrir Panigoro, Kepala Dinas Pariwisata Luhur Budianda dan Kepala Biro Perekonomian Ria Wijayanti, di Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (22/11/2022). 

"Kawasan Wisata Mandeh perlu dihangatkan kembali dengan menggaet pengembang. Mandeh masih menjadi under expose, under rated, perlu dihangatkan kembali. Konservasi lumba lumba ini bisa menjadi bahan daya tarik wisatawan, baik nasional maupun internasional,” ujar Audy.

Konservasi lumba-lumba ini merupakan ide yang diusulkan oleh Dedi Sjahrir Panigoro selaku Founder PT Martel. Menurutnya pengembangan Kawasan Wisata Mandeh perlu mendapat dukungan dari pengembang guna mengoptimalkan daya tarik objek wisata.  

“Konservasi lumba-lumba ini sebaiknya kita buat di tengah laut dan atraksi serta edukasinya di darat. Jadi wisatawan bisa melihat potensi kekayaan alam Sumatera Barat baik di laut maupun di darat.” kata Firdaus, yang mewakili PT. Martel dalam pemaparan Plan Project Konservasi tersebut.

Gagasan yang melibatkan darat dan laut dalam konservasi lumba-lumba ini juga disambut baik oleh Wakil Gubernur. Ditambah lagi di bawah laut Mandeh, terdapat bangkai kapal MV Boeloengan Nederland yang tenggelam pada 1942 dan yang sudah menjadi salah satu spot favorit wisata diving. 

Selain bangkai kapal yang sebagian sudah ditutupi terumbu karang, MV Boelongan juga telah menjadi bagian dari habitat biota laut di Kawasan Mandeh. (mmc)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update