Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Senin 7 November 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Gubernur Sumbar Puji Program Satu Nagari Satu Iven

Minggu, 13 November 2022 | 03:00 WIB Last Updated 2022-11-12T23:35:10Z

Gubernur Mahyeldi saat di Tanah Datar.

Tanah Datar, Rakyatterkini.com - Program satu nagari satu even di Kabupaten Tanah Datar diapresiasi Gubernur Sumatera Barat, sebagai upaya pengembangan wisata sekaligus pelestarian budaya dan kearifan lokal yang tumbuh di nagari.

Apresiasi tersebut disampaikan gubernur Mahyeldi saat membuka Festival Pamenan Minangkabau 2022 di Halaman Istano Linduang Bulan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (12/11/2022).

Menurut gubernur, melalui iven di nagari akan menghidupkan budaya berbasis nagari, seni, sejarah, kuliner dan situs atau perayaan, permainan rakyat, hingga pengetahuan dan obat-obatan tradisional.

Ke depan, gubernur berharap iven di setiap nagari akan semakin tertata dengan baik melalui pembinaan rutin menggunakan dana nagari.

Sebelumnya gubernur juga menghadiri pembukaan Pesona Sumpu Festival Danau Singkarak, yang digelar selama dua hari penuh 12-13 November, di Kawasan Rimah Gadang, Tapian Danau Batu Baraguang, Nagari Sumpu, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, dengan tema 'Malapeh Salero, Melestarikan Seni Budaya'.

Dalam festival Pesona Sumpu ini, digelar berbagai macam kegiatan seperti pacu biduak tradisional, festival kuliner, manjalo diateh biduak, mangubak pensi massal hingga pencak silat.

Wakil Bupati Tanah Datar, Richi Aprian mengharapkan, melalui satu nagari dapat menggali potensi nagari serta membangkitkan semangat berkesenian dan berbudaya bagi generasi muda di setiap nagari.

Wabup mengatakan, satu nagari satu event merupakan program unggulan Pemkab Tanah Datar yang tujuan utamanya memang untuk melestarikan kebudayaan lokal nagari, wisata alam, dan memberikan kesempatan pada anak anak muda untuk berkreasi.

Dengan adanya festival di nagari, anak nagari bisa berkumpul bersama dengan angku-angku niniak mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat sambil memberikan arahan kepada pemuda dan pemudi.

Tanpa disadari, dengan adanya kebersamaan tersebut, akan terjadi komunikasi antara mamak dengan kamanakan hingga memunculkan kembali adat salingka nagari. (mmc)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update