Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pemkab Pessel fasilitasi Penguatan Kelembagaan Petani untuk Berdaulat

Jumat, 07 Oktober 2022 | 15:08 WIB Last Updated 2022-10-07T08:08:49Z

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Madrianto.
 

Painan, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, menegaskan petani butuh kelembagaan yang kuat guna menuju kedaulatan atas produksi komoditinya. 


Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Madrianto mengemukakan, kelembagaan bisa dalam bentuk koperasi. Selama ini, harga komoditi sangat bergantung pada pemodal atau perusahaan besar seperti misalnya kelapa sawit, gambir, karet dan berbagai jenis komoditi lainnya. 


"Sulit bagi petani untuk mewujudkan kesejahteraan rumah tangganya," ujarnya di Painan. 


Sementara di lain sisi, mereka tidak mampu melawan kehendak harga yang ditentukan pasar, karena sebagian besar kriteria petani di Pesisir Selatan adalah berskala kecil dengan lahan yang terbatas. 


Bahkan, beberapa diantaranya berstatus petani penggarap lahan. Dengan adanya sebuah kelembagaan yang solid, tentu petani dapat mengambil kebijakan lain jika harga belum memuaskan. 


Selain pemasaran keberadaan lembaga tersebut, juga bisa meringankan beban petani untuk modal tanam. Karenanya lanjut Madrianto, pemerintah kabupaten sangat mendukung pembentukannya. 


Dukungan itu sejalan dengan upaya mencapai kemandirian petani yang pada akhirnya berdampak positif dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan ekonomi keluarga petani. 


"Jadi, posisi tawarnya harus kuat dulu baru bisa sejahtera. Dengan ada kelembagaan itu petani memiliki manajerial yang jelas," terangnya. 


Upaya mencapai kemandirian petani juga ditopang dengan berbagai kebijakan dan stimulan memoercepat hilirisasi, sehingga memberi nilai tambah produk pertanian unggulan melalui sentuhan industri.


Menurutnya kemandirian petani sangat menentukan terhadaptarget kemandirian perekonomian daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026. 


Sebab hingga kini sektor pertanian masih menjadi primadona pertumbuhan ekonomi daerah. Lebih dari 35 persen Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) ditopang sektor pertanian. 


Sektor pertanian juga tercatat sebagai lapangan usaha penyerap tenaga kerja paling banyak. Lebih dari 40 persen dari total angkatan kerja di Pesisir Selatan berada di sektor pertanian. 


"Karena itu pemerintah kabupaten menjadikan sektor pertanian sebagai program prioritas," tuturnya. (Baron)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update