Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Senin 7 November 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Sumbar Berduka, Ayahanda Gubernur Meninggal Dunia

Selasa, 06 September 2022 | 09:00 WIB Last Updated 2022-09-06T04:15:48Z



Padang, Rakyatterkini.com - Sumatera Barat berduka, Ayahanda Gubernur Mahyeldi, Mardanis St Tanameh meninggal dunia, Selasa 6 September 2022, sekitar pukul 02.43 WIB di RSAM Bukittinggi.


"Innalillahi wainnailahi rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah orang tua kita, abak tercinta Buya Mahyeldi, jam 02.43 WIB di RSAM Bukittinggi, semoga almarhum husnul khotimah," tulis pesan berantai yang beredar di berbagai group, Selasa (6/9/2022) pagi.


Abak Mardanis meninggal dalam usia 83 tahun dan saat ini disemayamkan di rumah duka di Kawasan Gaduik, Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.


Beberapa hari sebelumnya, Gubernur Mahyeldi terlihat merawat orang tuanya yang sakit tersebut.


Ditemani istri tercinta Hj. Harneli Bahar selalu ikut mencurahkan perhatian dan merawat. Tepat pukul 8.00 WIB mereka berdua membawa Abak Mardanis (83) untuk berjemur panasnya matahari pagi.


Mahyeldi dan Ummy Harneli sabar memberikan perawatan khusus dengan membersihkan tubuh, memijit di tengah sengatan matahari pagi.


Melihat ketulusan hati Mahyeldi, Abak pun sempat meneteskan air mata. Suara pelan yang nyaris tak terdengar. Abak ingin memeluk anaknya.


"Sekarang kau sudah menjadi Gubernur Sumbar, tak perlu repot ke sini. Ingat masyarakat berharap banyak untuk kemajuan Sumbar," pesan Abak Mardanis, ketika itu.


Mendadak, Mahyeldi memandang sorot mata Abaknya yang sudah mulai redup, memeluk dan meneteskan air mata serta mencium tangannya berkali kali.


"Insya Allah...bak, yang terpenting Abak sehat dulu ya," ucap Gubernur Sumbar.


Abak Mardanis hampir dua bulan sakit. Setiap ada kesempatan Mahyeldi selalu menjenguknya.


"Ini adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh seorang anak atas orangtuanya salah satunya adalah menghormati dan menghargai orang tua. Termasuk merawat beliau yang sedang sakit ini," ungkapnya.


Kini, Abak dipanggil Yang Maha Kuasa. Mudah-mudahan ditempatkan di sisiNYA. (*)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update