Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis 29 September 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Lisda Hendrajoni Ingatkan Kepala Daerah

Minggu, 18 September 2022 | 12:16 WIB Last Updated 2022-09-18T05:16:40Z

Lisda Hendrajoni.


Painan, Rakyatterkini.com – BMKG merilis sejumlah prediksi daerah yang berpotensi terkena dampak cuaca  extreme, terutama memasuki masa akhir 2022.


Mengingat tingginya bencana di Sumatera Barat, anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni mengingatkan kepala daerah di Sumbar, terkait pemetaan dan antisipasi bencana yang terjadi sehingga tidak menimbulkan dampak yang besar di masyarakat.


Prediksi sudah disampaikan oleh pihak BMKG. Jadi kami mengingatkan agar gubernur ataupun bupati dan walikota di Sumatera Barat, agar segera melakukan pemetaan wilayah, sehingga dapat menekan dampak terburuk yang terjadi, jika memang terjadi bencana,” ujar Lisda, Sabtu (17/9/2022).


Menurut Lisda salah satu yang paling mungkin terjadi dikala terkena cuaca extreme yakni banjir dan longsor, karena kondisi geografis yang dimiliki oleh Sumatera Barat, terutama pada jalur lintas yang dilalui oleh pengendara lintas ataupun masyarakat setempat.


Anggota DPR Fraksi Nasdem tersebut, menyentil 2 peristiwa yang terjadi di Sumbar beberapa minggu terakhir seperti jalur lintas Sitinjau Lauik dan jalur menuju kawasan Mandeh, yang dinilai terlambat dalam penanganan.


Jangan sampai perisitiwa di Sitinjau Lauik dan Mandeh terulang, karena masyarakat yang akan merasakan akibatnya. Terutama para supir angkutan barang, sehingga harus mengeluarkan biaya extra di perjalanan, juga mengakibatkan kenaikan harga barang.


Di kawasan Mandeh juga demikian. Bahkan ribuan warga di Sungai Pinang dan Nagari Mandeh, terisolasi sampai berhari-hari, karena tidak bisanya akses masuk bagi kendaraan. Ini harus menjadi perhatian ke depan, dan jangan sampai terulang, kasihan masyarakat.


Politisi asal Sumatera Barat ini menyebut, kondisi teritorial dari masing-masing wilayah tentu sudah dikuasi oleh masing-masing pemerintah daerah. 


Artinya, potensi terjadinya hal-hal yang terparah seharusnya sudah dipersiapkan jauh hari, sehingga lebih cepat dan tanggap jika prediksi bencana terjadi.


Bencana yang terjadi merupakan peringatan bagi kita semua, namun pemerintah daerah tentunya lebih menguasi kondisi di lapangan. Oleh karenanya Pemda jangan sampai lalai dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan. Jangan sampai ketika dampak cuaca ekstrem terjadi, pemerintah daerah, khususnya aparat terkait berkelit karena ketidaksiapannya,” imbuhnya.


Lisda berpesan, agar dampak dari bencana jangan menambah beban masyarakat yang saat ini sudah dibebani dengan kenaikan harga BBM. Sudah menjadi kewajiban bagi negara dan seluruh stake holder agar dapat mengantisipasi hal tersebut. (baron)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update