Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Forum LLAJ Diharapkan Mampu Cari Solusi Demi Kelancaran Transportasi di Wilayah Tanah Datar

Rabu, 03 Agustus 2022 | 14:12 WIB Last Updated 2022-08-03T07:12:29Z

Wabup Tanah Datar, Richi Aprian.
 

Tanah Datar, Rakyatterkini.com - Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat melaksanakan rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) bertema 'Kendaraan yang berkeselamatan wacanakah? Atau perlu diimplementasikan'? yang dibuka secara langsung Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, Selasa (2/8/2022) di Ballroom Emersia Hotel dan Resort Batusangkar. 


Rapat Forum LLAJ yang diikuti seluruh anggota Forum se-Sumbar itu, juga dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Heri Noviardi, yang mewakili Dirlantas Polda Sumbar, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah III Provinsi Sumatera Barat, Hardono, Wakil Ketua DPD IPKBI (Ikatan Penguji Kendaraan Bermotor Indonesia) Ana Nadia Abrar, dan undangan lainnya. 


Dalam sambutannya, Wabup Richi mengatakan dengan diadakannya Forum LLAJ di sini, akan mampu memberikan dampak bertambah meningkatnya kunjungan wisata ke Tanah Datar.


Menurutnya, Forum LLAJ ini merupakan kebijakan pemerintah di bidang transportasi, demi terciptanya sistem transportasi yang terpadu dan mampu mengakomodir mobilitas orang dan barang dengan lancar, untuk mendukung perekonomian dan aktivitas masyarakat sebagaimana yang diamanahkan dalam PP 37 tahun 2011 tentang Forum Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.


“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sangat mendukung tema yang diangkat pada pada Forum LLAJ hari ini, yaitu “Kendaraan Yang Berkeselamatan, Wacanakah? Atau Perlu Diimplementasikan?. Hal ini tentu berpulang kepada kita semua yang hadir di ruangan ini,  terutama para insan perhubunganlah yang akan bersinergi hari ini untuk mendiskusikannya, sehingga menghasilkan solusi yang tepat berupa program-program kerja yang efektif yang dapat dieksekusi dalam mendukung terwujudnya kendaraan yang berkeselamatan,” ujar Richi.


Kondisi kabupaten Tanah Datar saat ini, kata Wabup Richi, jumlah korban lakalantas dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Selain itu, adanya perlambatan pada beberapa ruas jalan, juga mengakibatkan seringnya terjadi kemacetan, seperti di Pasar Koto Baru, Lembah Anai dan juga ruas jalan dari Kubu Kerambil menuju Batusangkar.


“Khusus ruas jalan Kubu Kerambil menuju Batusangkar, terutama di kelok Sikumbang yang merupakan pintu masuk ke Kota Batusangkar telah sering terjadi kecelakaan mobil turun aspal dan masuk ke jurang. Bahkan, masuk ke halaman rumah penduduk yang ada di sekitar lokasi. Ini tentu perlu kajian yang mendalam dan perbaikan sarana dan prasarana keselamatan jalan, sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi,” tambah Wabup.


Di samping itu, tambah Wabup Richi, upaya penertiban kendaraan Over Dimension Dan Over Load (ODOL) juga perlu ditingkatkan, karena hal ini juga sering menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya.


“Karena penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan bersifat lintas sektor, besar harapan kami tertumpang kepada Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan se- Sumatera Barat, mencarikan solusi yang terbaik demi kelancaran, kenyamanan dan keselamatan transportasi di wilayah kabupaten Tanah Datar, khususnya dan wilayah provinsi Sumatera Barat umumnya,” pungkasnya.


Sementara Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Heri Noviardi, sebelumnya menyampaikan, transportasi merupakan sarana yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan, terutama sekali dalam mendukung kegiatan masyarakat sebagai urat nadi perekonomian yang berperan dalam pergerakan manusia dan distribusi barang. 


Ditambahkan Heri, penyelengaraan transportasi tidak terlepas dari berbagai macam permasalahan seperti kemacetan, kecelakaan, biaya insfrastruktur yang tinggi, ketidakmampuan angkutan umum dan lain sebagainya. 


Permasalahan lainnya menurut Heri, yang sekarang menjadi momok di jalan adalah kendaraan yang melebihi dimensi dan muatan atau kendaraan ODOL yang merupakan singkatan dari Over Dimension And Over Loading, Kementerian Perhubungan RI, menargetkan Indonesia bebas tru. (Farid)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update