Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis 29 September 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Di Pdg.Pariaman, Cakupan Imunisasi Menurun, PD3I Meningkat

Selasa, 19 April 2022 | 14:13 WIB Last Updated 2022-04-22T07:16:43Z

Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur pada pekan imunisasi.


Pdg.Pariaman, Rakyatterkini.com - Gubernur Sumatera Barat diwakili Kadis Kesehatan, Lila Yanwar, didampingi Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, menghadiri Pencanangan Pekan Imunisasi Dunia (PID) dan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tingkat Kabupaten Padang Pariaman tahun 2022, Selasa (19/4/2022.


Lila Yanwar, mengatakan, Indonesia telah berkomitmen, untuk mencapai eliminasi campak dan rubella/Congenital Rubella Syndrome (CSR) pada tahun 2023, juga diharapkan, dapat mempertahankan status bebas polio dan mewujudkan Dunia Bebas Polio pada tahun 2026.


Berkaitan dengan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Padang Pariaman, dr. Lila mengatakan, dalam penanganan stunting secara sensitif, banyak institusi atau OPD yang dapat berkontribusi. 


Seperti pengadaan pangan untuk anak stunting melalui Dinas Pangan Provinsi, bisa dialokasikan untuk Kabupaten Padang Pariaman. Namun pemberian bantuan tersebut harus tepat sasaran, harus by name by address. 


Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur menyambut baik i'tikat Pemprov. Sumbar dalam memfasilitasi penyampaian data stunting pada pihak terkait. Sehingga intervensi stunting secara pendekatan sensitif dapat dilaksanakan. Untuk itu, Bupati juga menginstruksikan kepada jajarannya, untuk segera menindaklanjuti data stunting tersebut.


Bupati mengatakan pelaksanaan Pekan Imunisasi Dunia tahun 2022 ini, merupakan momentum yang tepat dan strategis dalam meningkatkan kembali kesadaran kita, untuk melakukan tindakan kolektif dari seluruh unsur masyarakat dan swasta. Terutama dalam meningkatkan cakupan imunisasi dan sebagai perlindungan bagi semua kelompok umur.


Dikatakan, selama dua tahun terakhir dilanda pandemi Covid-19. Pelaksanaan imunisasi rutin tidak dapat berjalan optimal. Sehingga, terjadi penurunan cakupan imunisasi rutin yang cukup signifikan dan mulai timbul Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di beberapa daerah.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, Aspinuddin mengatakan selama covid-19, terjadi penurunan cakupan imunisasi yang signifikan, sehingga PD3I menjadi meningkat.


Sekaitan dengan itu, penguatan imunisasi rutin dan pemberian imunisasi tambahan akan dilaksanakan Mei-Juni 2022. Yaitu dengan memberikan imunisasi campak-rubela pada anak usia 9 bulan sampai usia 15 tahun dan melakukan Imunisasi Kejar (Catch-Up) bagi anak balita yang belum lengkap imunisasi rutinnya, ujar Aspinuddin. (suger)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update