Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 1 Mei 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.787 105 101.335 2.347
sumber: corona.sumbarprov.go.id

648 Pil Samcodin dan Tuak Disita Polsek BAB Tapan

Jumat, 25 Maret 2022 | 08:09 WIB Last Updated 2022-03-25T01:09:09Z

Barang bukti disita polisi.


Painan, Rakyatterkini.com – Pil jenis Samcodin marak beredar di Pesisir Selatan dan dikonsumsi kalangan anak-anak remaja. Pil ini jika dikonsumsi tanpa resep dokter dan berlebihan, dapat menyebabkan kecanduan dan teler.


Kapolsek BAB Tapan, Iptu Gusmanto, sudah sering menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak menjual pil Samcodin ini secara sembarangan.


Samcodin merupakan salah satu merk obat batuk yang komposisinya terdiri dari dextromethorphan, glyceryl guaiacolate, dan chlorpheniramine maleat.


Mengingat efek samping yang mungkin terjadi, obat ini digolongkan sebagai obat keras sehingga penggunaannya harus berdasarkan pertimbangan dokter.


Kandungan dextromethorphan dari obat ini juga sering disalahgunakan sehingga berujung pada kecanduan, sama seperti zat adiktif lainnya, bila digunakan secara berlebihan akan muncul efek samping yang telah disebutkan di atas (overdosis)


Demikian pula dengan penghentiannya secara tiba-tiba bisa menyebabkan gejala putus obat, seperti pusing, lemas, mual, muntah, menggigil, nyeri seluruh tubuh, dan sebagainya.


Petugas Gabungan Sat Narkoba dan Polsek BAB Tapan berhasil mengamankan sebanyak 648 pil jenis Samcodin dari 3 warung obat yang berada di Kecamatan Rahul dan 14 bungkus minuman jenis tuak dan jerigen dari penjual di Kecamatan BAB Tapan


Dalam Operasi Pekat Kamis (24/3/2022) malam, dipimpin Kasat Narkoba AKP Hidup Mulia, dan Opsnal Sat Narkoba dan Unit Intel Polsek BAB Tapan.


"Kita berhasil mengamankan barang bukti, dan 3 orang diduga penjual pil Samcodin di Kecamatan Rahul Tapan yaitu Z (41), M (38) dan RW (32) dan diduga penjual tuak WM (30),” ujar Kasat Narkoba AKP Hidup Mulia


Nantinya keempatnya akan diproses sesuai hukum yang berlaku. "Kami minta hentikan segala penyalahgunaan obat – obat terlarang semuanya pasti ada konsekwensi hukumnya," ujar Hidup. (baron)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update