Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kampus III Surau Tahfidzul Quran Jalikur Diresmikan

Minggu, 06 Februari 2022 | 03:30 WIB Last Updated 2022-02-06T04:30:30Z

Kampus III Surau Tahfidzul Quran Jalikur Diresmikan
Bupati Agam, Andri Warman disambut pengurus Tahfifzul Quran Jalikur Patanangan.


Agam, Rakyatterkini.com - Bupati Agam, Andri Warman resmikan Kampus III Surau Tahfidzul Quran Jalikur Patanangan, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Sabtu (5/2/2022).


Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita, penandatanganan prasasti dan pembukaan papan selubung nama Kampus III Surau Tahfidzul Quran itu.


Dihadiri Gubernur Sumbar, diwakili Kacabdin Pendidikan Sumbar wilayah Agam, Mardison, Kakan Kemenag Agam, Marjanis, Kabag Kesra Setdakab Agam, Surya Wendri, angota DPRD Agam, tokoh masyarakat dan lainnya.


Bupati Andri Warman mengapresiasi masyarakat yang telah bersama-sama membangun rumah tahfiz, bahkan ini sejalan dengan salah satu program unggulannya dalam melahirkan para hafiz dan hafizah di daerah itu.


Dalam pengembangan pendidikan Tahfidzul Quran ini, Pemkab Agam sudah jajaki kerjasama dengan Kankemenag dan MUI Agam, menurutnya Februari ini sudah bisa disahkan bersama dua lembaga itu.


Ia mengajak masyarakat membangun rumah tahfiz, paling tidak laksanakan dulu kegitannya di musala atau masjid di lingkungan masing-masing. Apabila kegiatannya sudah berjalan, katanya, baru dimulai pembangunan gedungnya.


Bahkan bupati berkomitmen, bakal mencarikan solusi bagi para hafiz dan hafizah agar dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi, karena mereka sudah ada bekal ilmu untuk melanjutkan pendidikan.


Panitia pembangunan, Darnis Burhan Dt Bagindo Sati menyebutkan, pembangunan gedung ini menelan biaya sekitar Rp876 juta lebih, yang bersumber dari berbagai donatur di Kabupaten Agam.


Pembangunan ini dilaksanakan empat tahap, dengan lama pengerjaan 17 bulan 12 hari, katanya.


Ia mengaku tidak menyangka gedung semegah ini bisa berdiri di lokasi yang sebelumnya dijadikan kebun oleh pemilik.


Dijelaskan, pembangunan ini diawali dari tingginya keinginan masyarakat untuk menitipkan anaknya ke rumah Tahfidzul Quran Musala Firdaus, sehingga tidak tertampung lagi di gedung sebelumnya.


Kemudian seorang tokoh yang merantau di Malaysia mewakafkan tanahnya untuk pengembangan rumah tahfiz ini, bahkan disambut antusias oleh masyarakat.


Saat itu, katanya, dalam memulai pembangunan hanya bermodal Rp9 juta, kemudian muncul berbagai donatur yang ingin berpartisipasi dalam membangun rumah tahfiz yang diresmikan hari ini. (gp/vn)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update