Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Ikuti FGD, Berikut Bahasannya

Kamis, 24 Februari 2022 | 15:25 WIB Last Updated 2022-02-24T11:33:03Z

Peserta FGD serius mengikuti kegiatan.
 

Kabupaten Solok, Rakyatterkini.com - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  Kabupaten Solok, mengikuti Forum Group Discusion (FGD), yang digelar Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif RI, di Kota Sawahlunto, Rabu (23/2).


FGD dilaksanakan untuk menyusun pola perjalanan wisata minat khusus warisan budaya tambang ombilin  (WTBO), bersama Tim Penyusun Direktorat Wisata  Minat Khusus Deputi Produk Wisata dan penyelenggaraan iven Kemeparekraf .


Sebagai warisan dunia yang telah ditetapkan UNESCO pada Juli 2019, WTBO perlu melakukan berbagai persiapan, untuk menyambut wisatawan manca negara dengan berbagai  tema perjalanan dengan ruang lingkup kota tambang terintegrasi, jalur kereta api dan pelabuhan.


Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten solok, melalui Kabid Pemasaran Fathnaini Aisyah,  yang ikut dalam kegiatan tersebut, mengatakan Kabupaten Solok merupakan 1 diantara 7 kabupaten/kota  yang merupakan  rangkaian  jalur WTBO  dengan tema perjalanan  jalur kereta api. 


Kabupaten Solok menjadi bagian yang turut andil dan berbenah dalam mendukung WTBO ini. Dengan justifikasi WTBO, ini berpeluang untuk mendapatkan  perhatian pengembangan  destinasi minat khusus.


Dikatakan, pada FGD kali ini, masih dalam tahap inventarisasi sumber daya yang mendukung pola perjalanan minat khusus WTBO. 


"Warisan Budaya yang telah sukses digarap oleh Kemenparekraf adalah Borobudur Trail of Civilization ( BToC)  yang mendesain pola perjalanan berdasarkan interpretasi relief dinding Candi Borobudur.


Berpedoman atas keberhasilan  BToC inilah, disusun pola perjalanan WTBO. Tersusunnya pola perjalanan  nantinya diharapkan wisatawan benar-benar  dapat merasakan  berada di masa emas tambang  Ombilin di Sawahlunto, menikmati perjalanan sepanjang jalur  kereta api, yang dilalui hingga menyaksikan batubara sampai di pelabuhan untuk didistribusikan. (Hardean)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update