Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 14 September 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
88.400 2.552 83.778 2.070
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Tidak Lama Lagi, Pabrik Pakan Ikan akan Berdiri di Pasaman

Kamis, 26 Agustus 2021 | 23:23 WIB Last Updated 2021-08-26T16:23:03Z
Bupati Pasaman, Benny Utama bersama rombongan menuju lokasi pendirian pabrik pakan ikan.


Pasaman, Rakyatterkini.com - Setelah terbitnya Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan, tidak lama lagi, di Kabupaten Pasaman akan berdiri pabrik pengolahan pakan ikan. 


Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI ini, tertuang dalam SK Nomor: 64 Tahun 2021, tertanggal 23 Agustus 2021, tentang Kampung Perikanan Budidaya yang berlokasi di enam kabupaten pada enam provinsi di Indonesia. 


Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Wahyu Sakti Trenggono menetapkan Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat sebagai salah satu Kampung Perikanan Budidaya di Indonesia.



"Alhamdulillah, puji syukur pada Allah Subhanahu waata'ala yang telah mewujudkan impian masyarakat Pasaman. Harapan masyarakat Pasaman selama berpuluh tahun, khususnya petani ikan di Rao untuk berdirinya pabrik pakan ikan di Pasaman, akan segera terwujud, "ujar Bupati Benny Utama.


Itu dikatakan Benny Utama saat meninjau lokasi pembangunan Pabrik Pakan Ikan Mandiri, yang akan diserahkan ke pihak Kementerian KP di belakang areal Pusat Balai Benih Ikan (BBI) Beringin, Nagari Lansek Kadok, Kecamatan Rao Selatan, Kamis 26 Agustus 2021.


Ia menjelaskan proses pembangunan Pabrik Pakan Mandiri di Pasaman, akan dimulai pelaksanaanya tahun ini. Diawali proses penyerahan lahan dari Pemkab Pasaman ke Menteri KKP, dan pembangunan infrastruktur jalan ke lokasi pabrik dengan APBD-P Pasaman tahun 2021. 




Dilanjutkan dengan proses administrasi lain, menjelang pabrik pakan ikan yang didanai sepenuhnya oleh Kementerian KP, dimulai pengerjaanya.


"Kita menyerahkan lahan seluas 3000 meter untuk pembangunan pabrik ke pihak Kementerian KP. Kemudian kita akan membangun infrastruktur jalan ke lokasi pabrik, barulah setelahnya KKP akan membangun pabrik pakan ikan di lokasi."


Pabrik pakan senilai Rp30 miliar lebih tersebut tentunya akan sangat membantu petani ikan di Pasaman. Karena harga pakan akan lebih murah dan terjangkau, sehingga diharapkan bisa mengurangi biaya modal pakan bagi masyarakat nantinya, ujar Benny Utama.


Pemkab Pasaman menyerahkan surat tanah awal bulan depan ke Kementerian KP, kemudian pihak kementerian KP akan menyerahkan pula satu unit escavator untuk mendukung usaha perikanan Air Tawar di Kabupaten Pasaman.



Dalam arahannya, Benny Utama mengingatkan agar pembebasan lahan dilakukan dengan cermat dan teliti. Hal ini penting agar tidak ada masalah yang muncul dikemudian hari, serta tidak ada pula masayarakat yang merasa dirugikan saat proses ganti rugi lahan. 


Kepala Dinas Perikanan M. Dwi Richi, dan Kepala Bapeda Pasaman Choiruddin Batubara, menyebutkan perjuangan Bupati Pasaman untuk mendapatkan alokasi anggaran kementerian agar terwujud pabrik pakan ikan ini, sangat gigih dan luar biasa.


"Pak Bupati bahkan berhasil mengajak Menteri KP Wahyu Sakti Trenggono datang ke Pasaman pada Juni lalu, guna melihat langsung usaha perikanan air tawar masyarakat Pasaman," ujar Choruddin Batubara.


Saat berada di lokasi, Bupati berkesempatan bersosialisasi dengan masyarakat setempat. Bahkan sempat berbincang-bincang langsung dengan masyarakat pemilik lahan yang antusias dan menyatakan kesediaannya menyerahkan tanahnya untuk pembangunan jalan ke lokasi pabrik.


Turut hadir pada kesempatan meninjau lokasi pembangunan pabrik pakan ikan mandiri di BBI Beringin tersebut, Kepala Bappeda, Kadis Perikanan, Kadis PU dan Kabid Aset. Serta dihadiri Camat Rao Selatan, Wali Nagari Lansek Kadok, serta ninik mamak pemuka masyarakat setempat. (St.M)




×
Berita Terbaru Update