Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 17 Oktober 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.631 430 87.061 2.140
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Sumbar Jajaki "Food Estate" di Pesantren

Minggu, 04 Juli 2021 | 13:30 WIB Last Updated 2021-07-26T03:09:36Z

Gubernur Mahyeldi di Pondok Pesantren Muhammad Al- Fatih, Nagari Pakan Rabaa Timur, Solok Selatan, Ahad 4 Juli 2021.


Solok Selatan, Rakyatterkini.com - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi akan menjajaki kemungkinan sinkronisasi program "food estate" dengan usaha pertanian di pesantren.


"Kita ada rencana dengan Pemkab Solok Selatan untuk program food estate dengan luas lahan sekitar 2 ribu hektare. Kalau program ini bisa disinkronkan dengan pertanian yang dikelola pesantren, manfaatnya akan lebih besar," katanya saat mengunjungi Pondok Pesantren Muhammad Al- Fatih Nagari Pakan Rabaa Timur, Kabupaten Solok Selatan, Ahad 4 Juli 2021.


Gubernur mengatakan program food estate itu direncanakan untuk tanaman jagung. Akan ada bantuan pemerintah untuk menyukseskan program tersebut seperti bantuan bibit, alat hingga pemupukan. 


Jika pesantren memiliki lahan kosong yang bisa ditanami jagung dan bisa disinkronkan dengan program itu, maka bantuan yang sama juga akan bisa diberikan sehingga lahan kosong bisa segera memberikan manfaat.


"Ini salah satu solusi yang bisa dijajaki. Jika nanti ternyata tidak bisa secara aturan, pesantren tetap bisa melayangkan prosposal dengan perencanaan yang baik kepada pemerintah kabupaten atau provinsi." 

 

Ia mengatakan Pondok Pesantren Muhammad Al-Fatih memberikan pendidikan gratis bagi santri. Semua tidak dipungut biaya selain untuk kebutuhan makan dan pakaian yang digunakan santri saat menuntut ilmu.


Kebijakan pesantren itu sangat positif, mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang pada akhirnya bisa membantu mengurangi angka pengangguran dan menekan kemiskinan.


Saat ini, Pemprov Sumbar tengah memperkuat hubungan dengan beberapa negara diantaranya Mesir, Arab Saudi, Turki, Maroko, Qatar dan Kuwait. Itu menjadi kesempatan bagi lulusan pesantren untuk bisa menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi ke luar negeri.


Pimpinan Pesantren Muhammad Al-Fatih, Ondra Aiko, mengatakan pesantren itu memberikan pendidikan gratis kepada 53 orang santri yang tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan. Program unggulan yang dikedepankan adalah tahfizd Al Quran.


"Ini sebenarnya terinspirasi dari program Gubernur Sumbar Mahyeldi yang saat itu masih menjabat sebagai Wali Kota yaitu memberikan akses jalur prestasi untuk melanjutkan sekolah bagi yang hafal Al Quran. Selain itu juga berkesempatan untuk mendapatkan beasiswa," katanya.


Saat ini asrama untuk santriwati sudah cukup bagus, meski belum selesai 100 persen. Tetapi untuk asrama santri masih jauh dari maksimal. Belajar masih di mushalla karena belum memiliki ruang belajar yang layak. Kalau hujan asrama tidak bisa ditempati karena bocor. 


"Kami berharap ada bantuan untuk ruang belajar dan asrama ini," ujarnya.


Selain itu pesantren juga memiliki lahan 10 hektare yang rencananya akan diolah menjadi lahan pertanian guna membiayai operasional karena sebagian siswa diberikan pendidikan gratis. Namun karena keterbatasan, lahan itu masih belum bisa diolah.


"Mudah-mudahan dengan kedatangan Gubernur juga bisa memberikan solusi yang terbaik untuk hal itu," harapnya.


Hadir dalam ramah tamah tersebut Wakil Bupati Solok selatan, Anggota DPRD Solok Selatan dan pengurus ponpes. (alwis)




×
Berita Terbaru Update